Berita Sampang

Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Sampang Capai 31 Kasus, Pemkab Optimistis Tahun ini Menurun

Dinas Sosial dan PPPA Sampang optimistis, jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak tahun ini akan lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Ruang kerja bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kantor Dinas Sosial dan PPPA Sampang, Madura, Kamis (30/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Sampang, Madura, mencapai 31 kasus mulai Januari 2021 hingga saat ini.

Pemkab Sampang melalui Dinas Sosial dan PPPA Sampang optimistis, jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak tahun ini akan lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2020 kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Sampang mencapai 62 kasus, artinya angka kasus tahun ini lebih sedikit, bahkan selisihnya 50%.

"Tentunya kami optimistis dapat menekan angka kasus kekerasan anak di Sampang," kata Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial dan PPPA Sampang, Masruhah, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI Puluhan ASN Sumenep Bolos Massal hingga Sidang Pedofil di Sampang

Dalam upaya menekan angka kekerasan di wilayah kerjanya, Masruhah mengaku, berupaya keras dalam melakukan perlindungan kepada perempuan dan anak.

Upaya dilakukan dengan membentuk program-program yang sudah diterapkan selama ini seperti, membentuk Tim untuk melakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) kepada lembaga sekolah.

"Untuk sasarannya, lembaga yang ada di pelosok atau pedesaan, seperti Pondok Pesantren dan sekolah," terangnya.

Ia menambahkan, selama ini kasus kekerasan perempuan dan anak cukup menyebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sampang.

Terutamanya di Kecamatan Pangarengan, Karang Penang, Kedungdung, dan Tambelangan.

"Tapi Alhamdulillah, seperti di Kecamatan Pangarengan yang setiap tahunnya ada 4 kasus, tahun ini malah menurun menjadi 1 kasus," tuturnya.

Adapun, beberapa jenis kekerasan yang sering dialami oleh anak di Sampang diantaranya, persetubuhan, pencabulan, penganiayaan, pencurian, narkoba, dan lainnya.

Sedangkan, untuk jenis kekerasan bagi perempuan mayoritas selama ini terjadi adalah Penganiayaan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved