Berita Malang

VIRAL Kafe di Malang Gelar Live Musik saat PPKM, Pengelola Dikenakan Tipiring Karena Langgar Prokes

Satpol PP Kota Malang memanggil pengelola kafe di Jalan Terusan Soekarno Hatta Barat karena pelanggaran protokol kesehatan.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Satpol PP Kota Malang memanggil pengelola kafe di Jalan Terusan Soekarno Hatta Barat karena pelanggaran prokes, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Satpol PP Kota Malang memanggil pengelola kafe di Jalan Terusan Soekarno Hatta Barat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (30/9/2021).

Pemanggilan itu dilakukan lantaran kafe tersebut kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes) hingga viral di media sosial.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan cepat terhadap pengelola.

Selama proses itu, pengelola kafe mengakui telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Kami melakukan pemeriksaan cepat, dan pengelola mengakui kesalahannya. Ada tiga hal yang dilanggar, pertama kerumunan, tidak memakai masker, dan menggelar live musik," kata dia kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Kamis (30/9/2021).

"Dalam pemeriksaan itu, pengelola juga mengaku tak bisa membatasi jumlah pengunjung, karena terlalu banyak yang datang malam itu," ujarnya.

Baca juga: Pria dan Wanita ini Digerebek Polisi saat Berduaan di Kamar Kafe, Asyik Berbuat Dosa Pesta Sabu

Karena pelanggaran itu, pihaknya menjatuhkan sanksi tipiring kepada pengelola kafe tersebut, sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Virus COVID-19.

"Sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan SE Wali Kota Malang, sanksi tipiring yakni hukuman kurungan selama 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta," jelasnya.

Satpol PP Kota Malang juga menjadwalkan sidang tipiring pada 27 Oktober 2021.

Apabila pengelola kafe kembali mengulangi lagi pelanggaran protokol kesehatan, sanksi tegas akan diberikan yaitu penutupan sementara.

"Jika melanggar lagi, akan kami lakukan penutupan sementara selama 14 hari," tambahnya.

Sementara itu, pengelola Prestone Coffee.co, Aldino membantah bila pihaknya tak menjalankan protokol kesehatan di masa PPKM.

Ia mengaku, sterilisasi ketat telah dilakukan terhadap pengunjung kafe. Mulai membatasi jumlah tamu, sampai dengan menggunakan masker dan jaga jarak.

"Kami selalu ketat prokes, selalu ingatkan pakai masker. Pembatasan juga hanya 50 persen dari kapasitas 1500 orang," jujurnya.

Karena telah menerapkan protokol kesehatan, Prestone Coffee.co tetap beroperasi selama masa PPKM.

Namun, jadwal live musik dibatasi mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

"Kami hanya sampai pukul 20.00 WIB malam, untuk live musiknya. Sebenarnya kalau lihat di medsos, banyak kafe juga melakukan hal yang sama, bukan kami saja," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved