Breaking News:

Pernyataan Jubir AHY Tuding Megawati Gulingkan Gus Dur, Demokrat Kubu Moeldoko Berikan Reaksi

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono itu menyebut Megawati Soekarnoputri, selaku presiden kelima RI menggulingkan presiden keempat RI Gus Dur

Editor: Aqwamit Torik
Humas Partai Demokrat
Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. 

TRIBUNMADURA.COM - Pernyataan soal Ketua Umum PDIP yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri yang menggulingkan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menuai banyak reaksi.

Diketahui pernyataan itu dilontarkan oleh juru bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono itu menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, selaku presiden kelima RI menggulingkan presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Juru Bicara DPP Demokrat KLB Deli Serdang kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad menyebut, rakyat kaget dan juga bertanya tanya kebenaran Megawati menggulingkan Presiden Gusdur.

"Apakah itu benar atau jangan jangan apa yang disampaikan DPP Demokrat AHY itu benar? Apalagi tagline nya saat memberikan pernyataan itu adalah Demokrat Berkoalisi Dengan Rakyat," kata Rahmad dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Ketua DPC Partai Demokrat Bangkalan : Partai Kami Bukan Partai Keluarga

Dirinya menyebutkan, saat SBY maju Capres tahun 2003 yang menumpang di Partai Demokrat, aneka kebohongan sebetulnya sudah terasa lazim dilakukan.

"Tahun 2003 itu SBY menyatakan loyal pada Presiden Megawati dan tidak maju sebagai Capres, ternyata SBY berbohong ke Presiden Megawati. SBY menggunakan siasat terdzolimi dan maju Pilpres mengalahkan Presiden Megawati," kata Rahmad.

Rahmad mengatakan, kebohongan fundamental lainnya adalah soal pendiri Partai Demokrat.

Menurutnya, SBY tidak terlibat sebagai pendiri PD pada 2001, tetapi pada Mukadimah AD/ART PD Kongres 2020, SBY menjadi Founding Father bersama Ventje Rumangkang dan menghilangkan 98 Founding Father lainnya.

"Kebohongan yang mungkin akan berbuah karma untuk SBY," kata Rahmad.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved