Breaking News:

Berita Sampang

Aset Daerah Pemkab Sampang yang ada di Surabaya Bakal Dijual, BPPKAD Sampang Beberkan Alasan

Bangunan dengan luas 400 meter persegi tersebut sering digunakan sebagai tempat tinggal para pelajar, namun saat ini dinilai kurang bermanfaat.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang, Jalan Rajawali, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura berencana menjual aset daerah berupa bangunan di Rungkut Medokan Ayu Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/10/2021).

Bangunan dengan luas 400 meter persegi tersebut sering digunakan sebagai tempat tinggal para pelajar, namun saat ini dinilai kurang bermanfaat.

Adapun pertimbangannya, lokasi gedung itu kurang mendukung dari sisi ekonomi, efektifitas pemanfaatannya meskipun lokasinya berada wilayah perkotaan.

Terlebih, lokasinya ada di luar daerah sehingga berpengaruh pada efisiensi waktu atau jarak tempuh ketika hendak ke lokasi.

Baca juga: Ayah Cordo Siap Ganti Nama Panjang Anaknya, Asal Ada Syarat Dari Dukcapil

"Jadi atas dasar itu dijual dan saat ini sudah diajukan ke DPRD Sampang," kata Kepala Bidang Aset BPPKAD Sampang Bambang Indra S.

Maka dari itu, pihaknya menunggu pertimbangan dan kesepakatan legislatif apakah aset daerah itu akan dijual atau tidak.

"Kalau nantinya tidak disetujui berarti tidak bisa dijual karena persetujuan DPRD sebagai syarat untuk dilelang pengajuan di Surabaya," terangnya.

Terkait harganya, pemerintah memasang senilai Rp. 3,7 miliar dan harga dinilai sudah sesuai dengan luas bangunan.

Bambang Indra S menyampaikan, jika penjualan aset ini tidak ada kaitannya dengan faktor ekonomi daerah.

"Ini murni karena pertimbangan asas manfaat yang kurang memenuhi," pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Sampang Fadol sudah mensurvei gedung yang akan dilelang oleh Pemkab Sampang.

Namun, untuk pelepasannya harus menunggu paripurna yang sebelumnya melalui pembahasan di komisi II.

"Mikanisme untuk dilelang kudu diparipurnakan itu saja," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved