Inilah Penjelasan Hari Jumat Berpredikat Rajanya Hari dan Keistimewaannya

pemaparan dari Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Khasa Ubaidilah menjelaskan rajanya hari Jumat

Editor: Samsul Arifin
Pexels
llustrasi berdoa 

TRIBUNMADURA.COM - Bagi umat muslim hari Jumat adalah hari yang mulia.

Bahkan hari Jumat tersemat julukan Sayyidul Ayyam.

Lalu apa makna dan filosofi dari hari Jumat sebagai "Rajanya Hari".

Berikut pemaparan dari Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Khasa Ubaidilah menjelaskan.

Sayyidul Ayyam jika diartikan secara sederhana yakni sebagai rajanya hari.

"Hari jumat kalau diartikan secara pengucapan biasa itu adalah rajanya diantara hari-hari yang lain," terang Khasan dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (1/10/2021).

Disini, lanjut Khasan, menunjukkan bahwa konteks rajanya hari ini adalah hari yang paling baik, walaupun tidak bisa dinafikkan bahwa hari yang lain juga cukup baik.

"Tapi ini adalah sayyid-nya, adalah rajanya," imbuhnya.

Di hari jumat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan baik.

Banyak kejadian yang sangat terkait dengan perkembangan Islam dan itu terjadi di hari jumat, sehingga membuat hari jumat bernilai lebih dibanding hari yang lain.

Pertama, tentang penciptaan manusia yang pertama, yakni Nabi Adam as.

Hari Jumat juga menjadi hari dimana Nabi Adam diturunkan ke bumi, sehingga pertama kali manusia menempati bumi adalah di hari Jumat.

"Penciptaan manusia yang pertama, yaitu Nabi Adam, itu juga terjadi pada hari Jumat, sampai disebutkan termasuk Kiamat Kubro nanti juga terjadi di hari Jumat," kata Khasan.

Baca juga: Inilah Posisi Tangan saat Berdoa yang Dianjurkan saat Berdoa, Ustaz Adi Hidayat: Cepat Dikabulkan

Pada hari jumat, terdapat suatu waktu bilamana umat islam meminta atau berdoa di waktu tersebut, itu tidak ada permintaan yang ditolak.

"Artinya pasti dikabulkan oleh Allah," terangnya.

Namun demikian, lanjut Khasan, waktu secara persisnya tersebut tidak dijelaskan dengan detail.

"Tapi, disampaikan oleh Imam Al Ghazali, itu waktu tepatnya itu disembunyikan, agar semua orang itu mau mengikhtiarkan untuk berbuat baik dan meminta hal yang baik disepanjang hari Jumat," jelasnya.

Ada pula sebuah riwayat yang menyatakan bahwa hari Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.
اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya: Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.

Maksud dari hadits tersebut adalah, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat seperti halnya berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala meskipun berbeda tingkat pahalanya.

Sementara dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa ibadah di hari Jumat menghapus dosa dalam sepekan.

Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa yang mandi lalu berangkat Jumat, kemudian mendirikan shalat semampunya, selanjutnya diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat bersama imam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu hingga Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari lagi.” (HR. Muslim)

Di hari Jumat pula umat muslim dianjurkan untuk membaca Surat Al-Kahfi.

Dalam sebuah hadits diterangkan, orang yang membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat maka akan disinari cahaya di antara dua Jumat.

“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya diantara dua Jum’at” .

Selain itu, Nabi juga menganjurkan agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat.

Masih banyak hadits lainnya yang berkaitan dengan Jumat dan keutamaan hari Jumat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Hari Jumat Disebut Sayyidul Ayyam, Apa Maksudnya?"

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved