Breaking News:

Berita Gresik

Alat Penghemat BBM Buatan Warga Gresik Diminati Malaysia, Begini Bentuknya

Sebuah generator hidrogen plus solar cell buatan Bahar Rozikin warga Gresik diminati hingga luar negeri

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Bahar Rozikin menunjukkan generator hidrogen plus solar cell buatannya, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Sebuah generator hidrogen plus solar cell buatan Bahar Rozikin (45) warga Desa Sekar Kurung, Kecamatan Kebomas, Gresik diminati hingga luar negeri.

Alat tersebut mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) kendaraan mobil layaknya mobil keluaran terbaru.

Alumnus Fisika MIPA ITS Surabaya itu, menjajal alat berbentuk seperti tabung dengan sejumlah kabel di mobil Daihatsu Taft. Dikendarai pulang pergi (PP) Gresik menuju Bojonegoro dengan BBM jenis solar dengan harga Rp 75 ribu saja.

Padahal jarak PP Gresik menuju Bojonegoro sejauh 323 kilometer menghabiskan 14 liter saja.

Jika tidak menggunakan alat tersebut dengan memakai BBM, uang yang dikeluarkan untuk membeli solar sebanyak  Rp 172 ribu.

Untuk satu pasang alat lanjut Bahar, merakitnya dibutuhkan waktu selama enam bulan dan dirinya membandrol alat generator hindrogen ini senilai Rp 1,5 juta.

"Ada agen dari Malaysia tertarik terhadap alat penghemat BBM tersebut," ucapnya, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Sejarah Kampung Bonsai di Gresik, Hobi Masyarakat Setempat hingga Kini Jadi Kontes Tahunan

Bahar nama panggilannya menceritakan, awal mula dirinya menciptakan alat penghemat BBM ini. Banyak pabrikan otomotif yang membuat tipe mobil baru yang memanfaatkan energi terbarukan. Dari awal itu, dirinya mulai ada ide membuat alat penghemat BBM dengan menciptakan generator hidrogen.

Kelebihan alat hidrogen generator ini, bisa dikombinasikan dengan panel tenaga matahari. Sehingga, sangat cocok buat teknologi kedepannya ramah lingkungan.

Hidrogen generator buatannya bisa digunakan untuk mobil non BBM solar juga bisa. Sebab, ada beberapa kelebihannya. Pertama, sistem yang bekerja adalah sistem nikel anti air. Kedua, sistem hidrogen yang dipasang mengikuti aturan mesin. Ketiga, RPM mobil yang telah dipasang tidak ada yang berubah, dan keempat bisa dikombinasikan dengan tenaga surya.

Diakui Bahar ada beberapa kekurangan terhadap alat yang diciptakannya ini. Salah satunya adalah masa pakai hanya berdurasi 1,5 tahun. Dengan adanya teknologi ini bisa menjadi jawaban terkait pemerintah yang akan mengembangkan mobil listrik.

Sekretaris Kecamatan Kebomas, Zainul Arifin mengatakan generator hidrogen temuan warganya itu berpotensi diproduksi masal.

"Seharusnya sudah bisa dikenal di skala nasional sebab produk temuannya sudah banyak dikenal. Selama ini lebih banyak dikenal di desa," kata dia.

Sementara itu, dari penemuan ini, Bahar Rozikin mendapat penghargaan 'Anugerah Inotek Award' dari Balitbang Provinsi Jawa Timur sebagai pelopor inovasi bidang non ekonomi menciptakan alat generator hidrogen plus surya sel, sebagai penghemat BBM teknologi terbaru dan pertama di Indonesia. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved