Profil dan Biodata

Profil Yahya Cholil Staquf, Pernah Menjadi Jubir Presiden Gus Dur, Dicalonkan Jadi Ketua Umum PBNU?

Yahya Cholil Staquf merupakan Katib Aam PBNU tersebut berpeluang menggantikan Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU.

Editor: Aqwamit Torik
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Yahya Cholil Staquf saat dilantik sebagai salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Istana Negara, Kamis (31/5/2018). Kini diisukan menjadi calon Ketua Umum PBNU 

TRIBUNMADURA.COM - Berikut ini profil Yahya Cholil Staquf, seorang Katib Aam PBNU yang diisukan bakal maju menjadi calon ketua umum PBNU.

Yahya Cholil Staquf merupakan kakak dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Belakangan ini, berbagai nama calon pemimpin PBNU mencuat.

Hal tersebut menjelang digelarnya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2021 yang akan digelar di Lampung pada Desember nanti.

Yahya Cholil Staquf merupakan Katib Aam PBNU tersebut berpeluang menggantikan Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU.

Kendati demikian, Said Aqil juga disebut-sebut berpotensi untuk maju sebagai incumbent ketua umum saat ini.

Baca juga: Profil Brigjen TNI Junior Tumilaar, Viral Karena Surat untuk Kapolri, Kini Dicopot dari Jabatan

Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyowo Wibowo.

Ia menilai, hal penting dalam Muktamar ke-34 NU adalah perlunya regenerasi kepemimpinan.

Karyono yakin dua nama tersebut memiliki kemampuan untuk memimpin organisasi yang jumlah anggotanya diperkirakan lebih dari 100 juta ini.

"Keduanya memiliki rekam jejak kepemimpinan dan kemampuan yang memadai," katanya kepada Tribunnews, Jumat (8/10/2021).

Karyono mengatakan bahwa, problematika sekarang bukan lagi soal kemampuan sosok calon ketua umum.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 9 Oktober 2021: Jaksel & Jaktim Hujan Siang Hari

"Karena proses kaderisasi NU sudah sistemik, mapan dan sustainable, sehingga tidak kekurangan kader yang berkualitas," tambahnya.

Dia menyebut bahwa tugas PBNU ke depan yakni meneguhkan kembali dan mengimplementasikan narasi islam nusantara sebagai pengejawantahan Islam Rahmatan lil alamin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved