Breaking News:

Berita Pasuruan

Dorong Pemkab Tegas Menyikapi Prostitusi Prigen Agar Tidak Terjadi Human Trafficking

tiga perempuan asal Jawa Barat yang nyaris dipekerjakan sebagai PSK di kawasan Tretes

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Pertemuan PUSAKA, LPA dan tiga perempuan asal Jabar yang menjadi korban human trafficking. 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) Lujeng Sudarto mendesak Pemkab Pasuruan mengambil langkah tegas menyikapi prostitusi di wilayah Tretes, Prigen.

Pernyataan itu tegas disampaikan Lujeng, sapaan akrabnya, usai menemui tiga perempuan asal Jawa Barat yang nyaris dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tretes, Sabtu (16/10/2021).

Ketiga perempuan muda ini awalnya tidak menyadari akan menjadi korban human trafficking. Ia berangkat dari Jawa Barat untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Tegal, Jawa Tengah.

Ketiganya dijemput di rumah masing - masing. Mereka mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sebagai ART itu di media sosial (medsos), Facebook. Mereka tak menyadari akan dijadikan PSK.

Mereka baru menyadari setelah sampai di Tretes, Prigen. Ketiganya tinggal di wisma dan diberi pakaian seksi. Dari situlah, ketiganya menyadari menjadi korban penipuan dan akhirnya melarikan diri.

Baca juga: Sejuk dan Instagramable, Tempat Wisata di Pasuruan ini Ternyata Dulu Jadi Lokasi Pembuangan Sampah

Lujeng menegaskan, terjadinya human trafficking ini merupakan fakta bahwa di Kabupaten Pasuruan masih terdapat kawasan prostitusi. 

"Maka dari itu, butuh tindakan tegas dari Pemkab Pasuruan untuk menutup atau melegalkan prostitusi di Tretes, agar tidak terjadi human trafficking," lanjut dia.

Disampaikan dia, pembiaran praktek prostitusi Tretes akan multi efek pada masalah sosial lainnya. Selain menjadi ajang praktek pungutan liar oknum aparat, juga menjadi sarang peredaran narkoba dan penyakit masyarakat.

"Sebelum dilakukan penutupan prostitusi Tretes, Pemkab Pasuruan harus memastikan perut warganya kenyang. Karena stake holder prostitusi Tretes berasal dari warga sekitar," urainya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan, Agus Heru Setiawan, yang menemukan para korban terlantar di Terminal Pandaan telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Pasuruan. 

Saat ini para korban telah dipulangkan ke daerah asalnya. "Kami sudah laporkan kasus ini ke Polres Pasuruan, dan berharap Polres Pasuruan bisa segera menindaklanjuti laporan kami," paparnya.

Sekadar informasi, ketiga perempuan asal Jabar ini sudah dipulangkan ke rumahnya masing - masing.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved