Berita Surabaya

Sejumlah Tempat Wisata di Surabaya Diusulkan Ikut Uji Coba Pembukaan, Ada Museum dan Wisata Air

Disbudpar Surabaya saat ini kembali mengusulkan tambahan tempat wisata untuk bisa ikut uji coba pembukaan ke Kementerian Pariwisata.

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HABIBURROHMAN
Wisata Perahu Kalimas di Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pariwisata di Kota Surabaya kembali bergerak setelah dua tempat wisata di antaranya kembali beroperasi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya saat ini kembali mengusulkan tambahan tempat wisata untuk bisa ikut uji coba pembukaan ke Kementerian Pariwisata.

"Kami sudah diskusi dengan Kementerian, bagaimana uji coba (pembukaan) bisa ditambah untuk destinasi (wisata) yang lain," kata Kepala Disbudpar Surabaya, Antiek Sugiharti, Sabtu (16/10/2021).

Ada sejumlah tempat wisata di Kota Surabaya yang siap buka untuk bisa ikut uji coba pembukaan. Di antaranya, sejumlah Museum yang dikelola Pemkot Surabaya.

Saat ini, Pemkot Surabaya mengelola tujuh Museum, di antaranya, Museum Sepuluh November, Museum WR Supratman, Museum Surabaya.

Kemudian, ada Museum HOS Tjokroaminoto, Museum dr Soetomo, Museum pendidikan, dan Museum Olahraga Surabaya. Kemudian, Museum Tugu Pahlawan.

Ada juga sejumlah tempat wisata lainnya yang ikut diusulkan, yakni wisata air Kalimas hingga Atlantis Land.

Memastikan kesiapan hal ini, masing-masing tempat wisata telah mengikuti assesment untuk mendapatkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE) di Kementerian Pariwisata.

"Ada banyak (yang telah mengurus CHSE). Beberapa di antaranya yang kami kelola. Seperti Museum, Kalimas, Kenjeran, Atlantis, beberapa tempat yang lain," kata Antiek.

Ada sejumlah penilaian dalam asesmen tersebut. Misalnya, SOP protokol kesehatan (prokes), kapasitas ruangan, penanganan apabila ada pengunjung ada yang sakit hingga penggunaan energi (listrik dan air).

"Ini bagian dari (persyaratan) CHSE. Termasuk, jumlah pengunjung. Ada Asesmen juga. Jadi, akan dilihat, jumlah pengunjung, jalur masuk dan keluar, hingga penerapan 3M," katanya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan kesiapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. "Ada sejumlah tempat yang sudah dapat barcode untuk aplikasi ini, tinggal menunggu regulasi (boleh buka)," katanya.

Sembari menunggu sertifikat CHSE, pihaknya berharap penurunan level PPKM di Surabaya. Mengingat, Surabaya yang kini berasa di level 3 berdasarkan Inmendagri, belum diperbolehkan membuka tempat wisata.

"Semoga pada tanggal 18 (Oktober) nanti ada penurunan level di Surabaya. Sebenarnya, berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan kita sudah level 1, tapi menurut Inmendagri masih level 3 karena terpengaruh aglomerasi," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun optimistis level PPKM di Surabaya bisa turun.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved