Berita Surabaya

Hari Santri Nasional 2021, Gubernur Khofifah Total Dukung Syaikhona Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Gubernur Khofifah bahkan hadir dalam diskusi yang digelar oleh Partai Nasdem dan Partai Golkar terkait pengusulan Syaikhona Kholil pahlawan nasional

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat upacara Hari Santri Nasional di halaman Gedung Negara Grahadi, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Di momen peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh hari ini, Jumat (22/10/2021), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung terkait pengajuan dan pencalonan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional. 

Dalam wawancara dengan media di Grahadi, ia mengatakan bahwa Gubernur Khofifah bahkan hadir dalam diskusi yang digelar oleh Partai Nasdem dan Partai Golkar terkait pengusulan Syaikhona Kholil

Terutama karena ulama asal Bangkalan tersebut merupakan guru dari para pendiri NU yang bahkan sudah beberapa telah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Seperti KH Wahab Chasbullah, dan juga Muhammad Hasyim Asy'ari. 

Namun, Khofifah juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah menyampaikan beberapa rekomendasi pada tim dan keluarga pengajuan kiai Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional

"Saya datang dua kali saat diskusi pengusulan Kiai Kholil Bangkalan menjadi calon Pahlawan Nasional. Dalam dua kali forum itu saya sampaikan rekomendasi, tolong dilengkapi bukti bukti yang menguatkan beliau adalah seorang pejuang, seperti foto, itu ada dua macam foto beliau, maka itu harus segera ditashih oleh keluarga," tegas Khofifah.

Baca juga: Peringatan Hari Santri Nasional, Ganjar Pranowo Ngantor Pakai Baju Koko, Sarung, hingga Peci Hitam

Sebab jika sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional maka foto menjadi hal penting. Nantinya foto juga akan masuk dalam data sejarah dan seterusnya. Sehingga tashih dengan keluarga harus segera dilakukan. 

"Berikurnya juga kejuangan beliau. Harus dicatat. Lalu diskusi tingkat lokal, regional maupun nasional juga harus digelar," tegasnya. 

Jika bukti dan data kuat maka tim perumus kepahlawanan nasional juga akan lebih mudah ketika memverifikasi. Sebab dokumen semua tersedia, dokumentasi bentuk foto video atau buku juga ada, maka menurut Khofifah akan lebih cepat pengajuannya disetujui. 

"Itu sangat penting untuk jadi pertimbangan," tambahnya. 

Ia sendiri juga menyerahkan pada pemerintah untuk persetujuan tersebut. Namun jika semua syarat telah terpenuhi maka proses bisa jadi lebih cepat. Tapi Khofifah menyerahkan semua pada yang berwenang. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved