Minggu, 12 April 2026

Berita Terpopuler Madura

BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI - Peringatan Hari Santri hingga Hotel Bintang 4 di Sumenep

Berita Madura terpopuler Sabtu 23 Oktober 2021 hari ini dibuka dengan peringatan Hari Santri Nasional di Pamekasan.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jum'at (22/10/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Berita Madura terpopuler pada Sabtu 23 Oktober 2021 hari ini.

Sejumlah berita menarik dari wilayah Madura tersaji dalam Berita Madura terpopuler hari ini.

Berita Madura terpopuler hari ini dibuka dengan peringatan Hari Santri Nasional di Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengajak para santri agar mengisi hari santri dan aktifitas kesehariannya dengan kegiatan yang bermakna untuk kemajuan bangsa dan negara.

Berita selanjutnya, Sumenep bakal punya hotel bintang 4 bernama Myze Hotel Sumenep.

Myze Hotel Sumenep berdiri di sebelah utara simpang tiga Jalan Arya Wiraraja atau arah ke Terminal Sumenep.

Polres Sampang telah menetapkan satu nama sebagai tersangka kasus dugaan rudapaksa gadis muda menutup Berita Madura terpopuler hari ini.

1. Bupati Pamekasan Ajak Santri Berprestasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menggelar apel bersama memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jum'at (22/10/2021).

Apel HSN tersebut dihadiri para alim ulama, organisasi masyarakat (ormas), baik NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad dan beberapa ormas lainnya, serta santri dari perwakilan pondok pesantren di bumi Gerbang Salam. 

Saat apel HSN ini, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bertindak sebagai pembina apel.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam sambutannya menyampaikan, perjuangan kaum santri dan alim ulama sebelum era reformasi banyak tidak dimunculkan oleh pemerintah, meskipun telah memiliki banyak kontribusi terhadap kemerdekaan Indonesia.

Kata dia, resolusi jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy'ari beserta para ulama di Jawa dan Madura di bawah naungan Nahdlatul Ulama tidak diakui oleh negara. 

Namun, Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 akhirnya menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional setelah mendapat masukan dan gagasan dari para ulama, terutama di Jawa Timur.

"Hari ini kita rasakan bersama selama enam tahun terakhir, mulai tahun 2015. Santri di Indonesia diakui oleh negara atas perjuangannya ikut bagian dari memerdekakan Indonesia," katanya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved