Berita Sidoarjo
Dua TPST di Gedangan dan Ketajen Ditutup DLHK Sidoarjo Ini Penyebabnya
Alhasil, sampah pun berceceran di pinggir jalan kawasan Betro tersebut. Gerobak-gerobak berisi sampah juga hanya berjejer di sana
Penulis: M Taufik | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Dua Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Sidoarjo ditutup paksa oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Senin (25/10/2021).
Dua tempat pengelolaan sampah itu ada di Desa Ketajan dan Desa Gedangan, di Kecamatan Gedangan. Keduanya ditutup karena dirasa pengelolaannya tidak bagus.
"Ada beberapa hal yang menjadi alasan penutupan ini," kata Kepala DLHK Sidoarjo M Bahrul Amig.
Pertama, dua TPST itu kurang bagus pengelolaannya. Sampah yang datang tidak diolah, tapi hanya ditumpuk saja untuk menunggu giliran diangkut ke TPA Jabon.
Alhasil, sampah pun berceceran di pinggir jalan kawasan Betro tersebut. Gerobak-gerobak berisi sampah juga hanya berjejer di sana, seolah jadi tempat penumpukan.
"Jika sampah dikelola dengan baik di TPST, tentu volume sampah ke TPA akan berkurang. Tapi kalau TPST tidak dikelola baik, kan sia-sia," lanjut pria yang baru saja kembali menjabat di DLHK setelah sebelumnya jadi Kadishub tersebut.
Baca juga: Prostitusi Online di Sidoarjo Berhasil Dibongkar, Berkedok Pijat Berujung Layanan Plus-Plus
Selain itu, penutupan dua TPST ini juga merupakan imbas dari kondisi TPA Jabon yang overload. Saban hari, sampah yang masuk ke sana harus antre lantaran lahan sudah tidak memadai.
Di Sidoarjo, total ada sekira 100 TPST. Dari jumlah itu, sebagian ada yang aktif dan dikelola baik, sebagian lagi kurang bagus pengelolaannya.
Nah, hari-hari pertama kembali menjabat Kepala DLHK, Amig langsung mengevaluasi kondisi TPST. Yang tidak berfungsi, diputuskan untuk ditutup. Daripada mubazir.
Penutupan TPST Gedangan dan Ketajen adalah peringatan untuk pengelola TPST lain. Bagi yang tidak mefungsikan TPST dengan baik, siap-siap menjadi sasaran penutupan berikutnya.
"Kita akan ada rapat lanjutan terkait ini. Intinya, kami ingin memaksimalkan fungsi TPST agar bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA," kata Amig.
Menurut Marjati, Tim Sosialisasi DLHK yang sekaligus menjadi Pendamping TPST Ketajen dan Gedangan, penumpukan sampah di dua TPST itu terjadi sudah tiga minggu belakangan.
"TPST Ketajen dan Gedangan itu mengcover 5000 kepala keluarga (KK) di wilayah desa Ketajen dan Gedangan. Desa Ketajen 1500 KK dan Desa Gedangan 3500 Kk," kata dia.
Biasanya, dalam satu bulan sampah yang angkut dari TPST Ketajen mencapai kisaran 17 truk, dan dari TPST Gedangan mencapai 26 truk. Semua langsung diangkut ke TPA Jabon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/tpst-ketajen-yang-semrawut.jpg)