Sejarah

Simak Teks Sumpah Pemuda dan Deretan Tokohnya, ada Lima Faktor Memperkokoh Persatuan Indonesia

Sumpah Pemuda itu digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. 

Editor: Aqwamit Torik
Wikipedia.org
Peserta kongres Sumpah Pemuda II 

TRIBUNMADURA.COM - Momen Sumpah Pemuda menjadi sejarah yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober 2021.

Peringatan Sumpah Pemuda merupakan ikrar yang diucapkan dalam Kongres Sumpah Pemuda II yang digelar di Jakarta atau yang saat itu masih bernama Batavia

Sumpah Pemuda sebenarnya disebut dengan ikrar yang kini berubah menjadi Sumpah Pemuda dan berkumandang kembali.

Simak teks Sumpah Pemuda 1928:

"Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah yang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa yang satoe, Bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia."

Kongres yang dilangsungkan pada 27-28 Oktober 1928 itu digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. 

Baca juga: Lika-Liku Nathalie Holscher dengan Sule di Awal Pernikahan, Sering Bertengkar, Terungkap Penyebabnya

Dilansir dari laman Kemdikbud.go.id, Kongres Pemuda II yang pelaksanaannya diketuai oleh Soegondo Djojopuspito dari PPPI, dilaksanakan di tiga gedung berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat untuk menghasilkan Sumpah Pemuda.

Rapat pertama digelar pada 27 Oktober di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Moehammad Jamin, yang berasal dari Jong Sumatranen Bond, menguraikan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

Menurut Jamin, ada lima faktor yang dapat memperkokoh persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan.

Rapat kedua dilaksanakan pada 28 Oktober di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.

Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, tokoh pejuang pendidikan, sependapat bahwa anak harus mendapatkan pendidikan kebangsaan.

Di samping itu, harus ada pula keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved