Breaking News:

Berita Surabaya

Komplotan dari Perguruan Silat Diamankan Polda Jatim Bikin Onar di 22 Wilayah, Begini Ekspresinya

Mereka terlibat aksi tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain, di 22 TKP, yang tersebar di delapan wilayah di Jatim

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
53 orang tersangka usia dewasa anggota perguruan silat di Jatim yang terbukti lakukan kekerasan di 22 TKP dari 8 wilayah Jatim, saat digelandang di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sejumlah 72 orang anggota perguruan silat diamankan oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, berkolaborasi dengan delapan Satreskrim Polres Jajaran Polda Jatim, Kamis (28/10/2021).

Mereka terlibat aksi tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain, di 22 tempat kejadian perkara (TKP), yang tersebar di delapan wilayah Jatim.

Aksi tindakan kekerasan yang dilakukan mereka berlangsung kurun waktu bulan September hingga Oktober 2021.

Dari jumlah tersebut, 53 orang diantaranya berusia dewasa. Sedangkan 19 orang lainnya berusia dibawah umur, atau masuk kategori anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Rinciannya, Polres Lamongan 5 TKP, mengamankan 16 orang, meliputi 13 dewasa dan 3 ABH; Polres Jombang 2 TKP, mengamankan 6 orang dewasa; Polres Kediri Kota 1 TKP, mengamankan 2 orang dewasa; Polres Gresik 2 TKP, mengamankan 1 orang dewasa.

Kemudian, Polres Nganjuk 8 TKP, mengamankan 34 orang, yakni 24 orang dewasa dan 10 ABH; Polresta Malang Kota 1 TKP, mengamankan 5 orang, yakni 4 orang dewasa dan 1 ABH; Polres Blitar 1 TKP, mengamankan 2 orang dewasa; Polres Bojonegoro 2 TKP, mengamankan 5 ABH.

Baca juga: Gandeng Tim IT Polda Jatim, Polres Sampang Usut Video Viral yang Dilaporkan Anggota TNI

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menerangkan, puluhan orang yang diamankan itu, merupakan anggota dari perguruan silat yang terbukti melakukan kekerasan yang berujung pada ancaman keselamatan orang lain di muka umum.

"Contohnya adalah melakukan konvoi dibeberapa tempat yg meresahkan masyarakat, dan ada juga kekerasan terhadap masyarakat yang dilintasi mereka," katanya di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, pihaknya akan menindaktegas segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan orang lain, dan mengganggu keamanan sosial.

Komitmen ini akan dilakukan bersama bersama para petinggi atau pimpinan perguruan silat yang terlibat sebagai bentuk upaya bersama mengedukasi para anggota perguruan silat yang lain, dan masyarakat pada umumnya.

"Kami akan melakukan penindakan hukum tegas, termasuk kepada para ketua perguruan pencak silat yang anggotanya terlibat untuk dimintakan pertanggungjawaban secara hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," terangnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku yang berusia dewasa, akan dikenai Pasal 170 KUHP yaitu tindak pidana secara bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Bila perbuatan para tersangka menyebabkan luka, akan diancam dengan pidana penjara tujuh). Jika menyebabkan luka berat diancam sembilan tahun, dan ancaman 12 tahun, jika korban meninggal dunia.

"Sedangkan ABH. Merujuk pada ketentuan dalam Pasal 19 dan Pasal 32 UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, terhadap Tersangka Anak/ABH tidak dilakukan penahanan dan tidak dilakukan press release," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved