Berita Pamekasan
Ini Bentuk Klarifikasi dari Pihak PMII Rayon Fasya IAIN Madura terkait Kajian Bertema Kontroversi
Abdurrahman Wahid memberikan klarifikasi perihal tema yang tertera bertuliskan 'Nabi Muhammad Sebagai Kader PMII Sejati' di pamflet kajian
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pekan ini, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Syariah (Fasya) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura tengah menjado perbincangan
Topik hangatnya, Rayon Fasya mengadakan kajian kemahasiswaan dengan tema yang dinilai kontroversial, Kamis (28/10/2021).
Ketua Rayon Fasya, Abdurrahman Wahid memberikan klarifikasi perihal tema yang tertera bertuliskan 'Nabi Muhammad Sebagai Kader PMII Sejati' di pamflet kajian yang digelar virtual itu.
Ia menjelaskan, tema di pamflet sebenarnya murni kesalahan pada redaksinya.
"Kami atas nama Rayon Fasya meminta maaf. Ini kesalahan redaksi di pamflet dalam kajian tadi," kata Abdurrahman Wahid melalui video klarifikasi yang disebar ke publik pada 23:45 WIB.
Menurutnya, tema sebenarnya adalah 'Nabi Muhammad Sebagai Panutan Bagi Kader PMII Sejati'.
Baca juga: Cara UKM Teater Fataria IAIN Madura Rawat Kesenian Agar Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
Kata dia, secara kelembagaan dan personal, tidak bermaksud untuk hal negatif, sensitif, apalagi merendahkan Nabi Muhammad SAW.
Alasannya, karena Nabi Muhammad adalah manusia yang sempurna dan menjadi teladan yang baik.
"Nabi Muhammad adalah teladan bagi kita, umat Islam. Termasuk bagi kader PMII. Jadi, perihal tema di pamflet, sekali lagi saya tegaskan, itu murni kesalahan kami, dan minta maaf jika itu kemudian memicu polemik di publik," paparnya.
Sementara itu, Misbahol Munir, pemateri dalam kajian tersebut membenarkan perihal klarifikasi dari Ketua Rayon Fasya.
Dia menjelaskan, tema yang benar adalah yang disampaikan Abdurrahman Wahid dalam video klasifikasi tersebut.
"Saya juga mohon maaf, jika memang redaksi tema di pamflet menimbulkan kontroversi. Di Pamflet, kurang dua kata 'Panutan' dan 'Bagi'. Sehingga, setelah ditambahkan dua kata itu, maka penulisan yang benar menjadi 'Nabi Muhammad Sebagai Panutan Bagi Kader PMII Sejati'," kata Misbahol Munir.
Menurut dia, nilai-nilai ajaran dan pergerakan yang ada di PMII, adalah sebagai manifestasi dari ajaran Islam yang memang didakwahkan oleh Nabi Muhammad.
Oleh karena itu, lanjut dia, sudah menjadi keharusan bagi kader PMII untuk mencontoh Nabi Muhammad dalam menjalankan kehidupan ini.