Berita Surabaya
Designer Muda dari Unesa Suguhkan Budaya Madura dalam Karya Busana
Ada 210 karya yang disuguhkan, semuanya merepresentasikan kebudayaan Madura dari berbagai sisi yang dikemas dalam tema Mareya
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Zainal Arif
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sebanyak 70 fashion designer muda dari prodi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, UNESA unjuk kreasi dan karya busana dalam Annual Fashion Show yang digelar secara virtual melalui channel Youtube AFS UNESA.
Ada 210 karya yang disuguhkan, semuanya merepresentasikan kebudayaan Madura dari berbagai sisi yang dikemas dalam tema Mareya.
Kata Mareya diambil dari bahasa Madura memiliki arti ini Madura.
Ketua panitia, Rielia Feby Sasmita menjelaskan fashion show tahun ini merupakan pagelaran yang ke-32 kalinya.
Biasanya digelar secara luring. Namun, berhubung masih dalam kondisi Pandemi, dua tahun terakhir dihelat secara daring.
Ia mengatakan ada sebanyak 210 karya yang ditampilkan dalam gelar karya tersebut. Dimana ada 140 busana perempuan dan 70 busana pria.
Kemudian dari sisi penggunaannya, ada casual wear, day wear, travelling wear, office wear dan special wear.
Baca juga: Lestarikan Budaya Madura, 2 Tim Besar Karapan Sapi di Sampang Gelar Lomba, Banyak Peserta Mendaftar
Semua karya busana itu menampilkan Madura dari berbagai sisi yang dikemas dan dibagi dalam 10 subtema.
Diantaranya Mahadibya (pakaian keraton Madura), Neo Amarta (situs atau candi ratu Ibu yang ada di Madura), Sadiwara Pesaan (baju adat masyarakat Madura atau Pesaan) dan Mannosa Coma Dharma (arsitektur masjid Jami’ Madura).
Kemudian juga ada Asta Bujha (upacara adat Nyadar di Madura), Oker Okel (ukir-ukir khas Madura), Gandara Saronen (alat musik tiup atau saronen khas Madura), Okop Jhang Beringin (tari tradisional khas Madura yaitu tari topeng), Anvaya Vahitra (upacara adat rokaat di Madura) dan Ajelen Leter (budaya karapan sapi atau sapi sonok).
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UNESA, Dr Maspiyah M Kes menyatakan, gelar karya busana tersebut merupakan tugas akhir mahasiswa angkatan 2017 dalam MK Gelar Karya Cipta Tata Busana.
Pagelaran itu juga menjadi tugas bagi para calon perancang busana dan juga sebagai calon guru profesional sebelum nanti terjun di tengah masyarakat dan lingkungan desain yang sesungguhnya.
“Karya ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan mengenalkan ragam busana kepada masyarakat luas,” ujar Maspiyah, Sabtu (6/11/2021).
Sementara itu, saat membuka acara, Rektor UNESA Prof Dr Nurhasan M Kes mengapresiasi atas semangat dan kegigihan mahasiswa untuk terus berkarya meski masih dilanda pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/designer-unesa-unjuk-kreasi-budaya-madura.jpg)