Breaking News:

Berita Pamekasan

Tagar bubarkanMUI Viral di Twitter, ini Pandangan Keponakan Mahfud MD

Wadah kooptatif sejenis MUI senasib dengan MUI, hanya jadi tukang stempel kebijakan-kebijakan daripada Soeharto di bidangnya masing-masing.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Firman Syah Ali, Keponakan Mahfud MD. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Firman Syah Ali, Keponakan Mahfud MD, merespons viralnya tagar #bubarkanMUI yang populer di jagat Twitter.

Kata dia, jika melihat dari sejarah, MUI lahir pada tahun 70-an.

Dibentuknya MUI tersebut sebagai cara daripada Soeharto untuk mengkooptasi ormas-ormas islam. 

Menurut Firman, waktu itu Soeharto bukan hanya membentuk MUI.

Melainkan juga membentuk PPP untuk mengkooptasi partai-partai Islam, KNPI untuk mengkooptasi Ormas-ormas Kemasyarakatan Pemuda (OKP), KORPRI untuk mengkooptasi kaum buruh pemerintah,  SPSI untuk mengkooptasi kaum buruh swasta dan banyak lagi lainnya.

"Selama pemerintahan junta militer Orde Baru, MUI menjadi tukang stempel kebijakan rezim, sesuai dengan motif dibentuknya LSM plat merah ini oleh cendana," kata Firman Syah Ali kepada TribunMadura.com, Senin (22/11/2021).

Baca juga: Niat Menolong Berujung Apes, Kakek Lepaskan Jeratan Babi Hutan Malah Diseruduk, Simak Kronologi

Saat itu, lanjut Firman, wadah kooptatif sejenis MUI senasib dengan MUI, hanya jadi tukang stempel kebijakan-kebijakan daripada Soeharto di bidangnya masing-masing.

Sedangkan untuk KNPI di bidang kepemudaan, yang KORPRI di bidang kepegawaian dan lain-lainnya.

Namun, begitu rezim praetorian Orde Baru runtuh pada tahun 1998, saat penulis menjadi pelaku sejarah sebagai pimpinan salah satu kesatuan aksi saat itu, wadah-wadah kooptatif warisan rezim otoritarian ini menjadi residu yang seharusnya juga bubar bersamaan dengan bubarnya Orde Baru. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved