Breaking News:

Baru Terungkap, Pengakuan Ajudan Bupati Novi Soal Permintaan Uang Syukuran, Hingga Akui Menyesal

Sidang lanjutan korupsi Bupati Nganjuk, ungkap fakta terbaru soal pengakuan ajudan bupati soal aliran dana syukuran

Editor: Aqwamit Torik
Istimewa/TribunMadura.com
Ajudan Bupati Nganjuk Nonaktif saat menjalani sumpah di persidangan kasus korupsi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan dugaan kasus suap Bupati Nganjuk nonaktif, Novi Rahman Hidayat kini menghadirkan fakta yang cukup mengejutkan.

Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (26/11/2021).

Pada Sidang tersebut digelar pemeriksaan saksi yang diantaranya terdapat Ajudan Bupati Novi Rahman, M Izza Muhtadin yang memberikan kesaksiannya.

Pada sidang tersebut, M Izza Muhtadin meralat hampir semua jawaban yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Terlebih terkait BAP soal aliran uang.

Bahkan, pada kesaksiannya, M Izza Muhtadin membantah semua aliran uang syukuran yang diterima dari camat maupun pejabat adalah permintaan sang bupati.

Ternyata, permintaan tersebut merupakan permintaan pribadi dari M Izza Muhtadin.

Ia juga mengaku jika uang itu digunakan untuk kepentingan pribadinnya dan inisiatif sendiri.

"Itu atas inisiatif saya pribadi. Untuk kepentingan pribadi," ungkap Izza memberikan persidangan.

Ia juga menyebutkan bahwa uang tersebut dibawa sendiri.

M Izza juga mengaku menyesal dan minta maaf kepada Bupati Novi Rahman.

Sebab selama ini ia berkelit tak mengakui kesalahannya karena takut.

Aliran uang itu diketahui digunakan untuk bersenang-senang hingga membeli mobil.

M Izza juga mengaku keterangan yang ia berikan adalah sesuai dengan yang terjadi di lapangan.

Meski memperberat hukumannya, Izza mengaku teguh dengan jawabannya di persidangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved