Breaking News:

Berita Malang

Pro Kontra Pembangunan Pesantren di Singosari, Ini Pertimbangan PCNU Kabupaten Malang

PCNU menyebut pertimbangan keberatan karena alasan menjaga stabilitas dan kedamaian masyarakat Singosari

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/ERWIN WICAKSONO
Lahan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari yang akan dibangun Pondok Pesantren Ahsana. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang keberatan dengan adanya pembangunan Pondok Pesantren Ahsana yang berada di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

PCNU menyebut pertimbangan keberatan karena alasan menjaga stabilitas dan kedamaian masyarakat Singosari.

Ketua PCNU Kabupaten Malang, Umar Usman mendapat banyak informasi jika pendirian pondok pesantren itu memang ditolak oleh masyarakat Desa Klampok.

Umar menyebut jika Ponpes Gus Nur khawatirnya menimbulkan keresahan.

"Masyarakat sana sudahj resah Gus Nur itu audah viral di Desa Klampok itu yanh ceramah dengan misuh-misuh (berkata kasar) jadi masyarakat sana berpikir nantinya dijadikan dakwah seperti itu maka resah mereka," ujarnya.

Selanjutnya Umar akan melakukan  koordinasi dengan Pemkab Malang terkait kekhawatiran tersebut.

Baca juga: Kisah Guru Ngaji dari Kota Malang Jadi Jawara PES di Kejurda Esport Jatim 2021

"Sudah bilang ke Abah Sanusi (Bupati Malang). Dan nanti akan kami pertemukan Gus Nur bersama masyarakat dan pemerintah," beber Usman.

Sementara itu, Pendiri Pondok Pesantren Ahsana  Sugik Nur atau Gus Nur menyatakan keberatan yang  dilontarkan PCNU Kabupaten Malang merupakan fitnah jika tidak terbukti.

Nur menegaskan pembangunan Pondok Pesantren di perumahan bernama Ahsana Grand Singosari itu murni untuk pendidikan agama Islam

"Menanggapi keberatan masyarakat kecamatan singosari dan tokoh agama di Singosari. Benarkah seluruh pesantren di Singosari menolak? Kalau tidak ini fitnah. Sebelum saya membayar tanah saya silaturahmi ke Gus Junaedi (tokoh agama)," papar Nur saat beri keterangan.

Nur merasa heran kenapa masyarakat disebut menolak keberadaan Pondok Ahsana oleh PCNU Kabupaten Malang.

"Apakah karena pondok saya ini gratis? Padahal masyarakat di sana menyambut bahagia dan membantu saya. 2 kali saya didzolimi dan saya belum lapor polisi," tutupnya.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi menerangkan dirnya belum mengetahui adanya penolakan pendirian Ponpes itu di wilayah Singosari tersebut.

Menanggapi keberatan PCNU Kabupaten Malang, Sanusi akan membahasnya bersama PCNU Kabupaten Malang.

"Belum tahu tapi nanti akan koordinasi dengan Forkopimda dulu," kata Sanusi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved