Dulu Dicap Durhaka, Kini Wanita yang Gugat Ibu Karena Warisan Angkat Bicara: Sudah Sangat Terlambat

Akibat gugatannya itu, banyak pihak yang mengecap Asmaul Husna sebagai anak durhaka, kini ia memberikan klarifikasinya

Editor: Aqwamit Torik
Unsplash
Ilustrasi rumah - Seorang anak gugat ibunya sendiri karena rumah warisan, kini angkat bicara 

TRIBUNMADURA.COM - Sempat viral kasus seorang anak yang gugat ibu kandungnya akibat harta warisan, kini mulai angkat bicara.

Sang anak yang menggugat ibunya tersebut adalah Asmaul Husna, warga Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.

Akibat gugatannya itu, banyak pihak yang mengecap Asmaul Husna sebagai anak durhaka.

Kini kasus itu bergulir di pengadilan, kini Asmaul Husna buka suara.

Amasul Husna mengklarifikasi alasannya mengunggugat ibu kandung dan saudaranya.

Ketika ditemui Serambinews.com (TribunMadura.com network ) di kediamannya, Sabtu (4/12/2021), Asmaul Husna, membeberkan kronologis serta latar belakang tentang gugatan yang ia layangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Takengon.

Asmaul Husna, menjelaskan panjang lebar tentang polemik yang sedang menimpa pribadi dan keluarga besarnya.

“Mungkin klarifikasi saya, sudah sangat terlambat. Tapi sudah menjadi komitmen sejak awal, karena saya akan mengklarifikasi setelah ada putusan pengadilan. Apapun itu keputusannya, walaupun akhirnya tidak berpihak ke saya,” keluh Asmaul Husna.

Asmaul Husna menuturkan, pertimbanganya melayangkan gugatan ke PN Takengon, karena sebelumnya pihak ibu serta beberapa saudara kandungnya yang terlebih dulu menggugat dirinya ke Mahkamah Syar’iyah terkait dengan harta warisan.

“Saudara kandung saya, dua kali lebih dulu melayangkan gugatan ke Mahkamah Syar’iyah terkait dengan harta warisan itu."

"Padahal, pengalihan kepemilikan rumah kepada saya sudah didasari kesepakatan seluruh saudara-saudara saya, termasuk juga ada ibu saat itu,” paparnya.

Ketika disinggung tentang kesan negatif terkait dengan perbuatannya melawan ibu kandung gara-gara harta warisan, Asmaul Husna, sempat terdiam.

Sembari menghela nafas panjang, serta dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku sama sekali tidak ingin melawan ibu kandungnya sendiri.

“Orang tua itu yang nomor satu. Tidak ada bandingannya dimana pun. Jangankan yang masih hidup, yang sudah tiada pun harus kita hormati."

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved