Breaking News:

Berita Bangkalan

Bupati Bangkalan Jadikan Insentif Guru Ngaji-Madin Prioritas: Tak Tersentuh Refocusing

Ra Latif melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 1.862.400.000 atau Rp 1,8 miliar untuk guru ngaji

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron menyerahkan 1.075 lembar kartu ATM secara simbolis kepada guru ngaji dan madin di Desa Kanegarah, Kecamatan Konang dan di Pendapa Kecamatan Geger, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Penguatan karakter dan pembentukan akhlak sejak usia dini melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap peserta didik menjadi program prioritas selama kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif)-Drs Mohni, MM.

Selama tiga tahun berjalan, komitmen Ra Latif menjadikan PAI sebagai landasan utama dalam pembentukan karakter, koridor akhlak, serta budi pekerti anak diwujudkan dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik di Madrasah Diniyah Takmiliyah  (MDT) dan guru ngaji Taman Pendidikan Al Quran (TPQ).

Tahun ini, Ra Latif melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 1.862.400.000 atau Rp 1,8 miliar yang diperuntukkan kepada 9.312 Guru MDT dan Guru TPQ di 18 kecamatan.

Setiap bulan, mereka mendapatkan senilai Rp 200.000 yang diterima setiap tiga bulan sekali. Total selama tiga bulan, para guru ngaji dan madin menerima sebesar Rp 600.000 sebelum dipotong BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 32.000.

Bahkan, anggaran sebesar itu dibiarkan tidak tersentuh kebijakan refocusing dalam upaya meminimalisir, mengatasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.  

Baca juga: Lama Bungkam, Lesti Akhirnya Bongkar Konfliknya dengan Rizki DA, Reaksi Billar Tegas: Berteman Jahat

“Program insentif guru ngaji dan guru madin (MDT) tidak tersentuh refocusing selama pandemi Covid-19,” ungkap Ra Latif ketika menyerahkan 1.075 lembar kartu ATM secara simbolis kepada guru ngaji dan madin di Desa Kanegarah, Kecamatan Konang dan di Pendapa Kecamatan Geger, Senin (6/12/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun TribunMadura.com dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, total guru madin penerima insentif di Kecamatan Geger sejumlah 247 orang. Sedangkan guru ngaji sejumlah 232 orang. Di Kecamatan Konang, total guru madin penerima insentif sejumlah 361 orang dan guru ngaji sejumlah 234 orang.

“Karena ini adalah program prioritas kami karena ilmu agama adalah pondasi bagi anak-anak. Ini kami lakukan dengan harapan para guru ngaji dan guru madin tetap bersemangat dalam mengajar dan membimbing anak-anak,” jelas Ra Latif.

Sebelumnya, Ra Latif juga menyerahkan sejumlah 1.028 lembar kartu ATM kepada guru madin dan guru ngaji, dengan rincian sejumlah 401 lembar kartu diserahkan di Pendapa Kecamatan Sepulu dan 627 kartu diserahkan di Balai Desa Tobeddung, Kecamatan Klampis, Rabu (1/12/2021).

Di hadapan para guru ngaji dan guru madin, Ra Latif juga memperkenalkan program Bunga Ngaji alias Bupati Ngajak Ngaji yang akan direalisasikan pada tahun 2022 mendatang. “Ini untuk memantau apakah anak-anak kita mengaji atau tidak di TPQ atau surau. Kami masih menggagas, semoga tahun depan bisa terlaksana,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved