Berita Madiun

Harga Cabai dan Minyak Goreng di Madiun Melambung Tinggi, Naik 2 Kali Lipat dari Harga Normalnya

Harga cabai rawit di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan lebih dari 100 persen atau dua kali lipat.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Madiun merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru 2022, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2022, harga sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Madiun merangkak naik.

Bahkan, harga cabai rawit di Kabupaten Madiun mengalami kenaikan lebih dari 100 persen atau dua kali lipat.

Seorang pedagang di Pasar Sayur Caruban, Anik Ernawati mengatakan, harga cabai rawit naik dari sebelumnya Rp 30 ribu perkilogram, tetapi saat ini mencapai Rp 65 ribu perkilogram.

"Mulai naiknya sudah sekitar dua-tiga pekan yang lalu. Dari tengkulak harganya memang sudah tinggi," kata Anik, Jumat (10/12/2021).

Menurut Anik, penyebab naiknya harga cabai rawit dari tengkulak ini disebabkan karena datangnya musim hujan yang menyebabkan cabai cepat busuk.

"Jadi bukan karena datangnya Nataru tapi karena ada musim hujan, cabai jadi cepat busuk sehingga barangnya tidak banyak," lanjutnya.

Baca juga: Petani Kopi di Malang Didorong Agar Tak Hanya Jual Produk Mentah demi Tingkatkan Perekonomian

Kenaikan harga cabai tersebut memaksa Anik mengurangi stok barang yang ia jual sehari-hari.

Jika sebelumnya ia berani beli dari tengkulak 15 kilogram perhari, sekarang dia hanya beli 10 kilogram perhari.

"Jadi harus habis hari itu juga karena kalau tidak habis bisa busuk dan rugi," tutur dia.

"Apalagi pembeli kan juga mengurangi belanjanya, kalau biasanya satu kilogram, jadi setengah kilogram," terangnya.

Selain cabai rawit, kebutuhan pokok yang harganya naik signifikan adalah minyak goreng.

Saat ini, harga minyak goreng kemasan senilai Rp 19 ribu perliter padahal sebelumnya Rp 13-14 ribu perliter.

Anik mengaku tidak tahun pasti kenapa harga minyak goreng kemasan mulai naik.

Namun, kata dia, langkanya minyak goreng curah bisa menjadi sebab naiknya harga goreng kemasan.

"Biasanya tukang gorengan itu belinya minyak goreng curah karena lebih murah. Sekarang ya harus beli minyak goreng kemasan semua, padahal harganya sedang naik," tambahnya.

Naiknya harga minyak goreng kemasan tersebut menurut Anik mulai terjadi lebih kurang tiga pekan yang lalu.

"Saya mau kulakan minyak goreng curah sekarang ya sudah tidak ada. Sulit sekali," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved