Berita Tulungagung

Ketua MUI Tulungagung Geram Aksi Rudapaksa 12 Santriwati di Bandung, Sebut Pelaku Layak Dilaknat

Pelaku rudapaksa belasan santriwati di Bandung pantas dilaknat karena aksinya yang mencoreng nama baik pesantren.

TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Ketua MUI Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz. 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, KH Hadi Muhammad Mahfudz menyebut, tindakan rudapaksa yang dilakukan pengurus pesantren di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan, memalukan.

KH Hadi Muhammad Mahfudz menilai, Herry Wirawan pantas dilaknat karena melakukan rudapaksa pada sekitar 12 santriwati di pesantren itu.

Menurut KH Hadi Muhammad Mahfudz, apa yang dilakukan Herry sangat memalukan.

"Itu patut dilaknat, memalukan korps pondok pesantren," ucap Gus Hadi, sapaan karibnya, dengan geram.

Ia mengatakan, kini pondok pesantren telah dipakai untuk mencapai tendensi tertentu. Mulai dari tendensi kedekatan dengan pejabat, tendensi ekonomi dan kini perilaku menyimpang seperti yang dilakukan Herry.

"Coba dicek, apa layak yang seperti itu disebut pondok pesantren. Tapi dia memakai simbol pondok pesantren," ujar Gus Hadi.

Gus Hadi yakin, tidak ada penyimpangan seperti itu di Tulungagung.

Baca juga: Main ke Rumah Teman, Pelajar ini Malah Direnggut Keperawanannya, Dipaksa dan Diancam Pelaku

Sebab apa yang dilakukan Herry merupakan penyimpangan karakter pribadi.

Guru pesantren yang sebenarnya disiapkan sejak dini, agar tidak berbuat hal serupa.

"Guru pesantren yang benar tidak akan melakukan itu," tegasnya.

Lebih jauh, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Mlaten Tulungagung ini meminta masyarakat untuk melapor ke MUI jika menemui penyimpangan.

Pihaknya akan melakukan tindakan kepada pesantren tersebut.

"Saya yakin di Tulungagung tidak ada. Kalau ada kiainya saya heh," ucap Gus Hadi sambil memeragakan gerakan menjewer. (David Yohanes)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved