Berita Blitar

Kehilangan Tangan saat Bekerja, Arianto Banting Setir jadi Pengedar Sabu, Kini Diamankan Polisi

Arianto ditangkap petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota ketika hendak bertransaksi sabu-sabu di Desa Gembongan

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Arianto (paling depan), tersangka kasus peredaran sabu-sabu saat berada di Polres Blitar Kota, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Setelah cacat akibat kecelakaan kerja, Arianto (41) warga Wates, Kabupaten Blitar, nekat menjadi pengedar sabu-sabu untuk memenuhi ekonomi keluarga. 

Akibat perbuatannya, sekarang Arianto harus meringkuk di sel tahanan Polres Blitar Kota

Arianto ditangkap petugas Satnarkoba Polres Blitar Kota ketika hendak bertransaksi sabu-sabu di Desa Gembongan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, November 2021.

Polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 11,25 gram dari Arianto. 

Di hadapan polisi, Arianto mengaku baru dua bulan mengedarkan sabu-sabu. 

Dia mendapatkan sabu-sabu dari seseorang asal Pare, Kabupaten Kediri. 

"Saya dapat barang dari Pare, saya tidak kenal orangnya, belum pernah ketemu. Transaksi hanya lewat HP," kata Arianto saat rilis ungkap kasus narkoba di Polres Blitar Kota, Senin (13/12/2021). 

Arianto mengaku nekat mengedarkan sabu-sabu setelah mengalami kecelakaan kerja

Lengan kiri Arianto putus terkena mesin ketika kerja di perusahaan konstruksi. 

Baca juga: PPKM Level 3 saat Libur Nataru Dibatalkan, Pedagang Wisata Makam Bung Karno Kota Blitar Bersyukur

"Dulu kerja di perusahaan konstruksi. Setelah mengalami kecelakaan, saya berhenti kerja. Akhirnya seperti ini," ujarnya. 

Dengan menjadi pengedar sabu-sabu, Arianto mendapat untung Rp 50.000 sekali transaksi. 

"Dapat Rp 50.000 setiap transaksi. Pembeli langsung menghubungi lewat HP, barang tinggal mengantar," katanya. 

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan Satnarkoba Polres Blitar Kota mengungkap lima kasus narkoba dengan lima tersangka selama November-Desember 2021.

Dari lima kasus itu, Satnarkoba Polres Blitar Kota menyita barang bukti sabu-sabu seberat 24,28 gram. 

"Kelima tersangka ini merupakan pengedar sabu-sabu. Modus operandi yang dilakukan ada yang dengan cara ranjau dan ada yang langsung transaksi ketemu," katanya. 

Dikatakannya, total barang bukti sabu-sabu yang disita itu jika diuangkan senilai Rp 40 juta. 

Dengan menyita barang bukti sabu-sabu itu, polisi telah menyelamatkan sekitar 300 orang dari penyalahgunaan narkoba. 

"Dari total barang bukti sabu-sabu yang kami sita seberat 24,28 gram itu kalau diuangkan senilai sekitar Rp 40 juta. Berarti kami bisa menyelamatkan 300 orang dari penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved