Breaking News:

Berita Surabaya

Kebun Binatang Surabaya Tetap Buka saat Natal dan Tahun Baru, Pengunjung Dibatasi 75 persen

sejak KBS kembali beroperasi pada Oktober lalu, jumlah pengunjung berangsur pulih. Peningkatannya cukup signifikan

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Petugas sedang menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) menargetkan dapat meningkatkan pemasukan pada libur Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru). Ini seiring dengan tetap beroperasinya KBS pada dua hari libur nasional tersebut.

"Untuk saat ini, jumlah pengunjung (KBS) berangsur meningkat. Sekalipun demikian, kami tetap jalankan prosedur sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Chairul Anwar.

Diakui pihaknya, sejak KBS kembali beroperasi pada Oktober lalu, jumlah pengunjung berangsur pulih. Peningkatannya cukup signifikan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

"Kalau dibanding tahun sebelumnya (awal pandemi), mungkin peningkatannya sudah di atas 100 persen. Sebab, sebelumnya kami tak bisa buka," katanya.

Apabila tren pertumbuhan pengunjung bisa tetap dijaga, maka pihaknya optimistis bisa mencapai target pendapatan tahun ini. "Kami target Rp2 miliar (dalam satu bulan). Untuk saat ini belum, tapi mungkin cukup (terealisasi) di (akhir) Desember," katanya.

Pendapatan tersebut rencananya akan digunakan untuk menambal biaya operasional yang telah digunakan KBS di bulan sebelumnya. Sebab, pemasukan dari tiket pengunjung sangat minim karena tak beroperasinya KBS selama pandemi.

Baca juga: Sudah Kembali Dibuka, Kebun Binatang Surabaya (KBS) Menarik Minat Pengunjung Meski Ada Pembatasan

Padahal, untuk pakan hewan saja, KBS harus merogoh kocek yang sangat dalam, sekitar Rp500 juta. "Sedangkan untuk (jumlah) setoran deviden (ke Pemkot) masih belum bisa kami pastikan," katanya.

Meskipun menargetkan pendapatan cukup tinggi bulan ini, pihaknya memastikan akan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Misalnya, pembatasan jumlah pengunjung yang harus di bawah 100 persen. "Berdasarkan regulasi, kami hanya diperbolehkan menerima pengunjung maksimal 75 persen," katanya.

Selain itu, aturan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk juga berlaku. Termasuk, kewajiban memakai masker dan rajin mencuci tangan di area KBS.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved