Berita Sumenep
Menilik Benda Pusaka di Keraton Sumenep, Digemari Wisatawan Mancanegara
Banyak wisatawan berkunjung dari berbagai daerah di Indonesia wisatawan asing datang untuk melihat langsung peninggalan benda Keraton Sumenep
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
"Kalau di kalangan Sumenep, pusaka yang berjuluk itu jelas memiliki nilai sejarah, sekaligus nilai komersil yang lebih tinggi," katanya.
Ketua Keluarga Pecinta Pusaka Sumenenep R. Abdurrahman pada tahun 2010 pernah mengatakan sebanyak 400 benda pusaka yang pernah dipamerkan
Menurut penuturannya, ratusan benda pusaka yang dipamerkan itu sebagian sudah pernah dipakai para raja Keraton Sumenep dan para hulubalangnya saat itu.
Pusaka itu katanya, tidak hanya sebagai senjata perang, tapi juga menjadi jimat yang punya nilai mistis kata R. Abdurrahman.
Benda pusaka tersebut dikumpulkan dari beberapa kolektor yang tergabung dalam Keluarga Pecinta Pusaka Sumenep.
Benda pusaka tersebut beberapa kali pernah diikutkan dalam berbagai pameran, mulai dari pameran di Sumenep sendiri hingga pernah ke Jakarta.
Kalau pameran di Sumenep katanya, hanya diikuti oleh 30 kolektor.
"Sudah ada yang pernah ditawar Rp 250 juta sampai Rp 500 juta oleh kolektor," kata R. Abdurrahman.
Soal harga jual tergantung nilai klasiknya, semakin klasik pusaka, maka nilai dan harganya semakin mahal.
Untuk jenis benda pusaka lainnya ada yang disebut 'Dapur' atau potongan benda, termasuk besi apa yang digunakan.
Sementara untuk jenis keris, nilainya dilihat berdasarkan pamor atau hiasan ukiran pada keris tersebut.
Setiap keris atau tombak katanya, ada klasifikasinya. Setiap klasifikasi ada keunggulannya masing-masing.
Dari itulah, keris sebagai icon Kabupaten Sumenep bukan sebatas jumlah empu yang banyak. Lebih dari itu. Keris hadir di Sumenep memiliki sejarah dan makna yang begitu dalam dan melegenda.
Keris di jaman kerajaan dahulu, menjadi andalan senjata perang karena diyakini memiliki "kekuatan" ghaib.
Dengan kekuatan ghaib itu, keris menjadi barang yang istimewa untuk dimiliki setiap individu.