Breaking News:

Gunung Semeru Erupsi

BBPJN Lakukan Uji Tanah untuk Pembangunan Kawasan Piket Nol, Pengeboran hingga 15 Meter

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, pembangunan jembatan gantung darurat untuk mengganti Jembatan Gladak

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Sejumlah pekerja saat melakukan pengecekan kekuatan kontur tanah terhadap perencanaan pembangunan jembatan gantung di kawasan Jalan Piket Nol, Lumajang, Senin (20/12/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali saat ini sedang melakukan testpile terhadap perencanaan pembangunan jembatan gantung di kawasan Jalan Piket Nol, Lumajang. Hal itu dilakukan untuk memastikan kekuatan kontur tanah. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 BBPJN Jawa Timur-Bali Rizal Sanaba mengatakan, pembangunan jembatan gantung darurat untuk mengganti Jembatan Gladak Perak yang putus akibat erupsi Gunung Semeru, masih menunggu hasil uji tanah. Sementara desain bangunan sudah dibuat.

Akan tetapi, desain tersebut masih juga berubah. Itu dimungkinkan karena harus menyesuaikan dengan hasil uji tanah.

"Kalau sudah keluar hasilnya, pembangunan bisa dimulai. Kami berpacu dengan waktu. Kalau material dan bangunan belum datang semua. Hanya saja beberapa material jembatan sudah ada di Lumajang," katanya.

Baca juga: Keluhan Wakil Bupati Lumajang soal Erupsi Gunung Semeru, Sindir Terbatasnya Kamera Pendeteksi

Rizal menjelaskan, letak jembatan gantung darurat rencananya berada persis di jembatan lama. Hingga sekarang, pengukuran kekuatan tanah dengan cara pengeboran itu sudah mencapai kedalaman 15 meter.

Meski begitu, lantaran masih dalam tahap perhitungan, segala kemungkinan perubahan masih bisa terjadi. Bangunan jembatan mengacu pada hasil pengukuran.

"Sesuai desain, jembatan bisa dilalui untuk pejalan kaki dan roda dua. Ada kemungkinan roda tiga bisa melintas. Tetapi kami masih belum bisa memastikan juga. Yang jelas, kendaraan yang tidak bisa melintas ya roda empat," ujarnya.

Dia berharap, hasil uji tanah bisa segera diketahui. Sebab, semakin cepat hasil keluar, pembangunan bisa segera dilakukan. "Kami berupaya pengukurannya cepat selesai. Semoga pekan ini sudah bisa kami mulai," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved