Berita Sampang

Modus Galang Dana untuk Korban Bencana, Pengemis di Sampang Diamankan Satpol PP, Pelaku Pemain Lama

Wanita berusia 42 tahun tersebut diamankan oleh Satpol PP setempat saat melakukan penggalangan dana dengan menggunakan kardus di area traffic light

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Wanita berinisial H saat diamankan di Kantor Satpol PP Sampang, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Adanya bencana alam yang terjadi hingga menimpa banyak korban terkadang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.

Hal itu terjadi di Kabupaten Sampang, Madura yang diduga dilakukan oleh seorang wanita berinisial H asal Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura.

Wanita berusia 42 tahun tersebut diamankan oleh Satpol PP setempat saat melakukan penggalangan dana dengan menggunakan kardus di area traffic light Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang.

Dengan modus diduga penggalangan dana untuk korban bencana, H diketahui sudah dua pekan lamanya meminta uang kepada para pengendara yang melintas.

"Awalnya kami memang menaruh rasa curiga kepada dia, karena H merupakan pemain (pengemis) lama tapi meminta untuk korban bencana seperti Korban Semeru," kata Kabid Trantibun dan Linmas Satpol PP Sampang M. Suaidi Asyikin, Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Knalpot Brong Jadi Target Polres Sampang saat Nataru, Sudah Amankan Sejumlah Kendaraan

Pada akhirnya, pihaknya berupaya mengamankan pelaku pada (20/12/2021) siang, namun pelaku berupaya melarikan diri sehingga terjadi aksi kucing-kucingan.

Tak pelak, dengan sejumlah personel yang ada, akhirnya pelaku berhasil diamankan sekaligus digiring ke kantor Satpol PP setempat.

"Saat pemeriksaan dilakukan, H tidak mengaku jika dana yang terkumpul digunakan untuk kepentingan pribadi, malah dialihkan untuk anak yatim piatu di kediamannya," terangnya.

"Kami tidak percaya begitu saja, bahkan sempat kami ancam dengan berencana mengirim H ke Dinsos Provinsi, tapi ia tetap tidak mengaku karena sudah berpengalaman," imbuh M. Suaidi Asyikin.

Sementara, terkait tentang hasil dana yang diperoleh oleh pelaku, anggota Satpol PP hanya menemukan uang Rp. 50 ribu di tas miliknya.

Kendati demikian, menurut M. Suaidi Asyikin dana yang diperoleh pelaku selama ini ditaksir cukup besar.

Sebab, dilihat dari pengalaman saat mengamankan pengemis di wilayah hukumnya, perolehan uang bisa lebih Rp. 300 ribu per hari dan itupun mengemis dari pagi hingga 11.00 WIB.

"Kalau H ini menggalang dana dari pagi sampai 16.00 WIB jadi penghasilannya lumayan besar," tuturnya.

Atas perilaku yang sudah dilakukan, pelaku ditekankan untuk menulis surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

"Begitupun yang bersangkutan kami pulangkan ke Sumenep," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved