Breaking News:

Berita Surabaya

Sepanjang 2021, Kemenkumham Jatim Berhasil Gagalkan 22 Penyelundupan Narkotika ke Lapas & Rutan

Modusnya bermacam-macam, Mulai dari diselundupkan ke dalam kemasan cat, dimasukkan perut ikan, gorengan hingga botol sampo

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
WBP Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Madura melakukan skrining awal di ruangan kunjungan dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Selama tahun 2021, Kanwil Kemenkumham Jatim telah menggagalkan 22 kali upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau rumah tahanan (Rutan). 

Para bandar seakan tak pernah lelah berupaya menyelundupkan narkotika dalam lapas dan rutan. 

Modusnya bermacam-macam. Mulai dari diselundupkan ke dalam kemasan cat, dimasukkan perut ikan, gorengan hingga botol sampo.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono menegaskan, pihaknya selalu berkomitmen untuk menciptakan lapas dan rutan yang bebas dari peredaran Handphone, Pungli dan Narkotika (HALINAR). 

Sehingga, pihaknya menggencarkan deteksi dini dan pencegahan masuknya barang-barang terlarang. 

“Terutama telepon genggam dan narkotika yang selama ini menjadi masalah utama,” ujarnya, dalam agenda Refleksi Akhir Tahun di Kantor Kanwil Kemenkumham-RI, Jatim, Surabaya, Rabu (29/12/2021).

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan banyaknya penggagalan yang dilakukan jajarannya. Penggagalan terbanyak dilakukan Lapas Surabaya dengan enam kasus. 

Baca juga: Nahkoda Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan Berganti, Kakanwil Kemenkumham Jatim Saksikan Langsung

Selanjutnya Lapas Kediri dengan empat kali penggagalan. Modus bermacam-macam, mulai menyelundupkan dalam kaleng cat, dilempar dari luar tembok, menyangkut di selokan bahkan ada yang nekat diselundupkan dalam dubur warga binaan.

Sedangkan pada urutan ketiga, tercatat Rutan I Surabaya, Medaeng, di Sidoarjo, melakukan penggagalan sebanyak tiga kali. 

“Kalau di Rutan maupun Lapas Surabaya mayoritas diselendupkan dengan memanfaatkan penitipan barang,” ujarnya.

Kendati begitu beragamnya modus para bandar berupaya menyelundupkan narkotika ke dalam lapas atau rutan.

Berkat kejelian petugas, upaya penyelundupan barang terlarang dari layanan penitipan barang secara drive thru itu, bisa digagalkan. 

Selain itu, lanjut Krismono, sinergi dan kolaborasi yang dijalin dengan stakeholder berjalan dengan baik. 

Baik kepolisian maupun BNN memberikan support optimal dengan berbagai program seperti tilik sambang, pendirian pos pengaduan hingga tindaklanjut hasil temuan yang ada.

"Meskipun alat pendeteksi narkotika masih sangat minim, tapi para petugas kami cukup optimal dalam menghalau masuknya narkotika ke dalam lapas atau rutan," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved