Breaking News:

Berita Sampang

Penjemputan Puluhan Warga Sampang Mantan Penganut Syiah Tunggu Keputusan Gubernur Khofifah

Penjemputan puluhan warga Sampang mantan penganut aliran Syiah menunggu keputusan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Bupati Sampang Slamet Junaidi pasca mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Sampang, Madura, (16/9/2021) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG – Penjemputan sekaligus penyambutan kloter pertama puluhan mantan penganut aliran Syiah ke kampung halamannya di Kabupaten Sampang, Madura, masih harus menunggu keputusan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengatakan, hal itu merupakan keputusan pemerintah daerah setelah melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Jatim guna merumuskan konsep pemulangan warga Sampang yang saat ini tengah mengungsi di Rusun Jemundo, Sidoarjo tersebut.

“Jadi untuk proses pemulangan warga kita (mantan penganut Syiah) masih menunggu keputusan Ibu Gubernur,” kata Slamet Junaidi, Jumat (14/1/2022).

Slamet Junaidi menambahkan, sebenarnya pihaknya sudah memiliki konsep tersendiri atas pemulangan hingga penyambutan sekitar 25 KK mantan penganut Syiah.

Namun dalam hal ini, pihaknya ingin ada sebuah koordinasi antara pimpinan daerah dengan pihak Provinsi Jatim.

Baca juga: Pemulangan Mantan Penganut Syiah di Sampang Tak Mudah, Butuh Peran Pemprov hingga Pemerintah Pusat

"Awalnya saya punya konsep, jika warga kita akan menjemput ke Jemundo, Sidoarjo, pulangnya mampir ke Pendopo," ujarnya.

Bahkan, pihaknya mengaku sudah mengagendakan penjemputan yang direncanakan pada Januari 2022 atau paling lambat 20 Januari 2022.

“Kita sebagai pemerintah dua setidaknya harus ada koordinasi dengan pemerintah satu jadi sebaiknya kita tunggu,” terangnya.

Kendati demikian, misalkan dalam koordinasi ini tidak ada respon dari Pemprov Jatim, pihaknya tetap akan melakukan penjemputan demi nasib puluhan mantan penganut syiah yang merupakan warga Sampang.

"Kami tetap akan melakukan pemulangan karena yang mengetahui situasi di bawah adalah kita, kalau kita menunggu seperti ini terus, jadi kapan kita merealisasikannya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved