Berita Malang
Satu Desa di Kabupaten Malang Ini Terapkan Lockdown, Lantaran 1 Warga Terdeteksi Terpapar Omicron
Suasana terkini di lokasi begitu sepi, Warga yang tidak berdomisili di Jalan Segaran IV tersebut tidak diperbolehkan memasuki kawasan tersebut
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pintu masuk menuju RT12/RW10 Jalan Segaran IV, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang masih dijaga ketat oleh petugas menyusul adanya warga yang terkonfirmasi virus corona varian omicron, Minggu (16/1/2022).
Alhasil, 100 lebih kepala keluarga yang menghungi kawasan tersebut harus berdiam diri di rumah selama sepekan mendatang. Lockdown lokal diberlakukan sejak Sabtu (15/1/2022).
Suasana terkini di lokasi begitu sepi. Warga yang tidak berdomisili di Jalan Segaran IV tersebut tidak diperbolehkan memasuki kawasan tersebut. Jalan tersebut dijaga petugas penuh secara. Tampak warga masih boleh keluar dengan alasan-alasan yang mendesak saja.
Jalan tersebut ditutup karena salah satu orang berinisial L (30) terkonfirmasi varian omicron. L bukan warga Segaran. Kabarnya Ia merupakan warga asal Jalan Borobudur, Kota Malang. Setiap akhir pekan L datang bersama putranya untuk berkunjung ke rumah ibunya yang tinggal di Jalan Segaran IV.
Salah satu warga Jalan Segaran IV bernama Sulastri mengatakan, dirinya tak seberapa mengenal L. Ia hanya tau bahwa L seringkali berkunjung.
"Tidak pernah interaksi sama yang bersangkutan," ujar Sulastri ketika ditemui di Jalan Segaran.
Sulastri bersama keempat anggota keluarganya sudah menjalani tracing yang disediakan oleh pemerintah. Tracing tersebut berupa tes swab dan antigen kepada 23 orang. Ia mengaku mendapat hasil negatif dari tes tersebut.
"Untuk kebutuhan sehari-hari sudah ada bantuan sembako. Kemarin sore sudah mulai berdatangan. Saya sendiri karena ibu rumah tangga dan berjualan di dekat sini tidak terlalu berdampak dengan penutupan jalan ini," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menjelaskan pasien yang sudah dinyatakan positif omicron selain L adalah Ibu L yang berusia 47 tahun dikabarkan juga positif omicron. Tak hanya itu, seorang anak berusia 1 tahun juga terkonfirmasi.
Arbani mengatakan pihaknya telah melakukan tracing dan testing kepada 23 warga di Jalan Segaran. Mereka diduga kuat pernah berinteraksi dengan warga yang terkonfirmasi positif omicron.
23 orang tersebut dibagi menjadi 2 kelompok.
Diantaranya 17 orang dengan kontak erat, dan 6 orang hanya pernah berhubungan.
17 Orang jalani tes PCR dan 6 antigen. Pada tes antigen hasilnya negatif. Sedangkan untuk PCR masih belum keluar hasilnya.
Arbani menduga L erpapar dari suaminya yang diketahui kerap bepergian ke luar kota.
"Dugaan pasien Omicron terpapar dari suaminya yang sering bepergian ke luar kota. Suaminya sempat menjalani perawatan di RS Kota Malang, tetapi sekarang sudah keluar rumah sakit,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/desa-banjararum.jpg)