Profil dan Biodata Audya Anantha, Model Khas Medok yang Jadi Kekasih Pemain Persebaya
Audya Anantha sendiri merupakan seorang model kelahiran Surabaya, 1999, Gadis berlesung pipit yang memiliki tinggi badan 172 cm ini khas gaya medokny
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA- Audya Anantha berhasil melewati top 7 dalam program acara Indonesia's Next Top Models yang tayang di Net TV, Jumat (22/1/2022).
Audya Anantha sendiri merupakan seorang model kelahiran Surabaya, 1999.
Gadis berlesung pipit yang memiliki tinggi badan 172 cm ini sangat khas dengan logat medok yang kerap diutarakan saat berbicara. Logat medok inilah yang membedakan dirinya dengan peserta yang lain.
Audya sudah mengawali kariernya sebagai kodel saat remaja. Ia pernah mengikuti beberapa kontes model. Runner up 1 Gadis Sampul 2013 ini juga sempat menjuarai acara Starteen di satu TV nasional Jakarta.
Dia pun pernah mengikuti sesi foto Exotica Kebaya 2017 di Royal Plaza.
Dalam perjalanannya mengikuti ajang pencarian model ini, ia harus menunda satu tahun setelah sebelumnya akan memasuki karantina Cycle 1 dan baru bisa bergabung di INTM Cycle 2.
Saat sesi interview, ia pun sempat bercerita bahwa tujuannya mengikuti INTM cycle 2 adalah untuk membuat alhamhumah ibunya bangga. Mengingat sosok sang ibu kerap membuatnya menangis, namun diakuinya itu juga yang memacu semangat untuk memberikan penampilan maksimal di setiap tantangan.
Baca juga: Profil Sari Nila Pemeran Mama Rosa dalam Sinetron Ikatan Cinta, Dikenal Sebagai Model Era 90-an
Pemilik akun instagram @odddyy20 sudah memiliki followers mencapai 57 ribu orang.
Tentang prestasi di dunia modelling memang tak diragukan lagi. Audya digadang-gadang bakal menjadi pemenang. Pada babak 14 besar INTM Cycle 2, dia berhasil menjadi pemenang challenge mingguan dari dewan juri usai tampil maksimal.
Ajang pencarian model siklus kedua mulai ditayangkan sejak 4 November 2021 dan hingga memasuki 7 besar, Audya Anantha masih bertahan. Banyak tantangan baru bagi para model dan tentunya mereka diminta untuk tampil maksimal, terbaik dari masing-masing. Setiap pekan juga akan ada peserta yabg tereliminasi di acara INTM Cycle 2.