Senin, 13 April 2026

Berita Pamekasan

Komitmen Bupati Pamekasan terhadap Pendidikan, Jangan pernah Main-main, Ini Akibatnya

Sejak Bupati Baddrut Tamam memimpin Pamekasan, banyak program pendidikan yang dilaksanakan untuk kemajuan daerahnya

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam terbukti sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan.

Sejak Bupati Baddrut Tamam memimpin Pamekasan, banyak program pendidikan yang dilaksanakan untuk kemajuan daerahnya. 

Karena pendidikan dianggap pendukung terbesar maju tidaknya sebuah daerah di masa yang akan datang.

Salah satu program pendidikan yang terus digenjot bupati adalah beasiswa kedokteran khusus orang tidak mampu bekerja sama dengan Universitas Airlangga Surabaya

Kemudian, beasiswa santri dengan kategori santri tidak mampu, santri berprestasi, dan santri penghafal Alqur'an yang telah bekerja sama dengan puluhan pondok pesantren di 13 kecamatan.

Selain itu, ada program fasilitasi pendidikan kerja sama dengan sekolah kedinasan, dan fasilitasi untuk anak-anak muda Pamekasan yang ingin mengabdikan diri menjadi Polisi kerja sama dengan Mapolda Jawa Timur.

Baca juga: Baddrut Tamam Ingin Jadikan Polinema Kampus Pamekasan Perguruan Tinggi Jujukan Generasi Muda Madura

Tidak hanya itu ada program kenaikan honor bagi guru sekolah dasar, dan percepatan sertifikasi guru tanpa pungutan, serta program lainnya yang muaranya untuk kemajuan pendidikan dan Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, seseorang yang mempunyai kebijakan di bidang pendidikan hendaknya serius dan berniat tulus untuk kemajuan bangsa dan negara. 

Mengingat, pendidikan menjadi penentu baik dan buruknya masa depan.

"Jangan pernah main-main dengan pendidikan, karena hitam putihnya bangsa kita dan Indonesia kita tergantung dari generasi yang akan datang. Kita jadi aparatur sipil negara karena berkat pendidikan," kata Baddrut Tamam, Senin (31/1/2022).

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut, perwajahan Indonesia masa depan akan ditentukan oleh generasi yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di tingkat sekolah dasar, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), bahkan anak-anak yang sedang berada di bangku taman kanak-kanak.

Oleh karena itu, membentuk karakter peserta didik itu harus selaras dengan atmosfer sekolah, mulai tenaga pendidiknya dan lingkungan sekolah secara umum. 

Sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar bagi tenaga pendidik.

"Kalau siswa-siswi kita tidak diajari jujur, konsisten, memiliki cita-cita, obsesi hidup, bahagia, serta kita tidak ajari dengan sesuatu yang membangun kemajuan, bayangkan. Perwajahan Indonesia masa depan tergantung dari wajah anak-anak kita," nilainya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved