Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jember

Pengakuan Keluarga Korban Ritual Maut di Jember, Pernah Diceritakan Korban Mimpi Aneh Jelang Pergi

Syaiful Bahri dan Sri Wahyuni Komariyah menjadi korban ritual maut di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TribunMadura.com/Sri Wahyunik
Pencarian korban yang terseret ombak Pantai Selatan, Ambulu, Jember, Minggu (13/2/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Painah dan Maid tidak pernah menduga jika anak dan menantunya, Syaiful Bahri dan Sri Wahyuni Komariyah, turut menjadi korban ritual maut di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Minggu (13/2/2022).

Setelah mendapat kabar duka jika anak dan menantunya meninggal dunia, Painah teringat percakapannya dengan sang menantu sehari sebelumnya.

"Kemarin dia kan bersih-bersih rumah, saya tanya, kok bersih-bersih rumah kenapa," kata Painah saat ditemui di rumah duka di Dusun Krajan Desa/Kecamatan Ajung, Minggu (13/2/2022).

"Dia menjawab kalau akan ada banyak tamu ke rumahnya. Katanya, teman-temannya mau ngaji di rumah," sambung dia. 

Painah menceritakan, Sri mengaku bermimpi melihat orang membawa keranda mayat di samping rumahnya.

"Mungkin itu jadi firasat menantu saya. Ternyata kejadiannya begini," ungkap Painah.

Baca juga: Cerita Bintang, Korban Selamat Ritual Berujung Maut di Jember, Kini Syok Berat usai Ibunya Meninggal

Painah dan sang suami, Maid mengaku tidak pernah tahu keterlibatan Syaiful dalam Kelompok Tunggal Jati Nusantara.

Sebab, keduanya tidak pernah bercerita tentang kegiatan pengajian di kelompok tersebut.

"Ya katanya, pengajian. Kami tidak tahu apa-apa," imbuhnya.

Sehari-hari, sang anak bekerja sebagai sales. Sedang menantunya ibu rumah tangga.

Sementara itu, anak sulung pasangan Syaiful dan Sri, Siti Amelia Malik menuturkan, ibunya sudah tidak mau ikut dalam ritual, Minggu (13/2/2022).

"Ibu tidak enak badan, tapi diajak terus sama ayah, akhirnya ikut," ujarnya.

Dalam keluarga itu, hanya anak-anak Syaiful yang mengetahui kegiatan pengajian kelompok tersebut.

Sebab, sang anak kerap diajak ikut pertemuan, juga beberapa kali ritual.

Baca juga: Duka Insiden Ritual Berujung Maut di Jember, Pasutri Meninggal Dunia Tinggalkan 5 Orang Anak Kecil

"Ya ada pengajiannya gitu, mengajari tentang istiqomah, juga ada ritual itu. Tujuannya saya tidak tahu," tutur dia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved