Nikahi Pria Rakyat Jelata, Putri Kerajaan ini Lepas Gelar Bangsawan, Pilih Hidup Jadi Warga Biasa

Kisah seorang putri kerajaan melepas gelar bangsawan demi menikahi pria dari rakyat jelata.

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
Koreatimes.co.kr dan KYODO NEWS/KOKI SENGOKU via AP
Kisah Putri Mako rela melepas gelar bangsawan demi menikahi pria dari rakyat jelata. 

TRIBUNMADURA.COM - Kisah seorang putri kerajaan melepas gelar bangsawan.

Bukan tanpa sebab putri itu memilih menanggalkan gelar bangsawannya itu.

Putri itu rela melepas semua apa yang ia dapat demi mengejar cintanya.

Demi pria yang ia cintai, putri itu harus melepas apa yang didapatnya selama ini.

Keputusan besar diambil Putri Jepang, Mako Komuro.

Ia adalah keponakan Kaisar Jepang

Putri Mako dari Akishino adalah anak sulung Pangeran Akishino dan Putri Akishino.

Mako merupakan cucu perempuan pertama dari Akihito dan Michiko

Baca juga: Viral, Pemuda Hafiz Melamar Cleaning Service malah Diangkat Jadi Polisi di Polda Jatim, Ini Kisahnya

Kelahiran cucu perempuan pertama Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko disambut oleh liputan media yang intens.

Namun, secara hukum Putri Mako tidak dapat mewarisi takhta.

Mako Komuro memutuskan untuk melepas gelar bangsawan, yang selama ini melekat padanya.

Putri berusia 30 tahun itu meninggalkan keluarga kerajaan dan melepaskan gelar kerajaannya.

Ia rela melepas status sosialnya demi hidup bersama pria yang dicintainya.

Putri Mako dan Kei Komuro
Putri Mako dan Kei Komuro (Shizuo Kambayashi / POOL / AFP)

Selama ini, Putri Mako telah menjalin asmara dengan seorang pria bernama Kei Komuro.

Putri Mako dan Kei Komuro memiliki latar belakang keluarga dan status sosial yang jauh berbeda.

Kei Komuro adalah seorang pria dari rakyat jelata.

Ia dikenal bukanlah seorang anak dari keluarga kaya ataupun bangsawan.

Banyak yang memperkirakan hubungan mereka tak berlangsung lama.

Baca juga: Viral Pengantin Wanita Naik Perahu ke KUA, Terjang Sungai demi Menikah, Ada Kisah Pilu di Baliknya

Namun siapa sangka, hubungan Putri Mako dan Kei Komuro semakin kuat.

Hingga Putri Mako akhirnya memutuskan menikah dengan Kei Komuro.

Dengan pernikahan itu, Putri Mako harus meninggalkan keluarga kerajaan.

Dalam mengumumkan pernikahan mereka, ia mengaku jika tidak bisa melepaskan Kei Komuro.

"Dia adalah seseorang yang tidak bisa saya lakukan tanpanya," katanya, seperti dikutip dari The Guardian.

“Pernikahan adalah keputusan yang diperlukan agar kita tetap hidup, tetap setia pada hati kita," sambungnya.

Setelah pertunangan tahun 2017, Mako Komuro dihadapkan dengan rentetan laporan yang menuduh bahwa Kei Komuro mengalami kesulitan keuangan.

Rentetan rumor itu membuat Mako Komuro mengalami gangguan stres pasca-trauma yang kompleks karena perhatian media.

“Saya takut, merasa sedih dan sakit setiap kali rumor sepihak berubah menjadi cerita yang tidak berdasar,” ucap dia pada konferensi pers setelah pernikahan.

Sementara itu, Kei Komuro mengaku merasa sedih atas apa yang menimpa istrinya.

“Saya mencintai Mako. Kita hanya mendapatkan satu kehidupan, dan aku ingin kita menghabiskannya dengan orang yang kita cintai," ungkapnya.

Pelepasan gelar putri oleh Mako Komuro dilakukan melalui upacara.

Setelah resmi menyandang status warga biasa, Mako Komuro dan suaminya pindah ke Amerika Serikat.

Disebutkan jika Mako Komuro dan suaminya akan tinggal di New York, tempat Kei Komuro bekerja.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved