Breaking News:

Harga Minyak Goreng

Dulu Minyak Goreng Langka, Kini Warga Kaget Lihat Stok yang Menumpuk di Mini Market: Pantesan

Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mengaku heran, begitu pemerintah mengumumkan pencabutan HET, pasokan minyak goreng kemasan langsung membanjiri pasar.

Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/M RIFKY EDGAR
Minyak goreng di Pasar Besar Kota Malang, Jumat (11/3/2022). 

TRIBUNMADURA.COM - Warga merasakan keanehan saat mengetahui stok minyak goreng kembali muncul memenuhi rak mini market.

Namun bukan dengan harga murah, harganya bahkan hingga dua kali lipat dari HET yang sempat ditetapkan pemerintah.

Seperti yang diketahui, pemerintah telah mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, dan melepas harga sesuai mekanisme pasar.

Pantauan Tribunnews.com, Kamis (17/3/2022) di ritel modern seperti Indomaret kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdapat minyak goreng kemasan dengan merek Fitri.

"Minyak goreng sudah ada, tapi harganya normal sekarang Rp 40 ribu ukuran 2 liter," kata kasir Indomaret.

Baca juga: Drama Minyak Goreng, Stok Melimpah Ruah saat Subsidi Dicabut, Emak-emak Pilih tak Beli karena Harga

Selain ritel modern, toko kelontong saat ini juga sudah mulai banyak menjual minyak goreng, di mana merek SunCo dijual Rp 40 ribu ukuran 2 liter.

Sebelumnya, saat Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng pada Januari 2022 dan mulai berlaku pada 1 Februari 2022, minyak goreng secara perlahan menjadi langka.

Aturan HET tersebut mematok harga penjualan, seperti minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Kini, pemerintah hanya mengatur HET untuk minyak goreng curah menjadi Rp 14 ribu per liter.

Anggota Komisi VI DPR Amin Ak mengaku heran, begitu pemerintah mengumumkan pencabutan HET, pasokan minyak goreng kemasan langsung membanjiri pasar.

"Jangan-jangan selama ini stok itu ada, namun disimpan menunggu pemerintah menyerah dan membatalkan kebijakan HET minyak goreng," ujarnya.

Melepas harga minyak goreng kemasan ke mekanisme pasar, kata Amin, akan memukul daya beli masyarakat kelas menengah bawah yang saat ini masih sangat lemah karena dampak pandemi Covid-19.

Terlebih menjelang Ramadan hingga lebaran nanti, di mana harga-harga pangan cenderung melonjak tajam dan harga minyak goreng kemasan di pasaran kini sudah mencapai hampir Rp25 ribu per liter.

"Ini menjadi kado pahit bagi konsumen karena pemerintah gagal dalam melaksanakan kebijakan minyak goreng yang terjangkau dari segi pasokan maupun harga," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved