Berita Jawa Timur

Gubernur Khofifah Minta Pengusaha di Jawa Timur Bayar Penuh THR Lebaran 2022 Maksimal H-7 Idul Fitri

THR wajib dibayarkan oleh pengusaha maksimal 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2022.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke sektor industri dan menyapa kalangan pekerja. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh pengusaha di Jatim menaati aturan Pemerintah terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2022.

Secara khusus, Khofifah Indar Parawansa memberikan imbauan bahwa THR wajib dibayarkan oleh pengusaha maksimal 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2022.

Besaran THR yang dibayarkan untuk pekerja, kata Khofifah Indar Parawansa, harus penuh.

"Kami meminta agar seluruh pengusaha di Jatim untuk tahun 2022 ini membayarkan THR pada para pekerja dengan besaran penuh dan tepat waktu," kata yang dibayarkan di Gedung Grahadi, Sabtu (9/4/2022).

"Sesuai aturan, THR wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," sambung dia.

Sebagaimana diketahui, Kemenaker telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2022 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, pada tanggal 6 April 2022.

Dimana dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pengusaha wajib membayarkan hak THR para karyawan atau buruh tanpa terkecuali.

SE tersebut juga mengacu PP Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan dan Permenaker Nomor 6 Tahun 206 tentang THR Keagamaan.

Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi hak, kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya.

THR diyakini juga akan menjadi sarana pendongkrak perputaran ekonomi di kalangan masyarakat.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, kondisi pandemi covid-19 yang semakin terkendali dan terus membaik, membuat pertumbuhan ekonomi mulai merangkak naik.

Oleh sebab itu, ia meminta pada seluruh pengusaha agar berlaku bijak mencairkan hak THR para pekerjanya sesuai aturan yang berlaku, dan tidak melakukan penundaan maupun pengurangan.

"Alhamdulillah saat ini pandemi covid-19 telah jauh membaik. Dengan adanya kondisi tersebut, semestinya telah meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hak pekerja/buruh, termasuk pembayaran THR Keagamaan 2022,” kata Khofifah.

Dalam aturan tersebut telah dijabarkan siapa saja yang berhak mendapatkan pembayaran THR Keagamaan. Salah satunya diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved