Berita Bangkalan

Proses Seleksi Calon Sekdaprov Jatim, Tokoh Madura Sayangkan ada Dugaan Upaya Penjegalan

Proses penjaringan calon Sekdaprov Jatim menuai protes dari puluhan anggota Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW Semmi Jatim)

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Tokoh Madura, KH Imron Abd Fatah sekaligus Pengasuh Ponpes Manbaus Salam, Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan menyayangkan indikasi upaya-upaya penjegalan terkait pengisian jabatan Sekdaprov Jatim yang saat ini tengah diproses Panitia Seleksi 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Salah seorang tokoh Madura, KH Imron Abd Fatah (Ra Imron) menyayangkan aksi protes atas gelaran proses seleksi Calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur. Saat ini, Panitia Seleksi telah memunculkan tiga nama calon dengan skor penilaian tertinggi.

Ra Imron yang merupakan Pengasuh Ponpes Manbaus Salam, Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan itu mengungkapkan, ada indikasi upaya-upaya penjegalan terkait pengisian jabatan Sekdaprov Jatim yang saat ini tengah diproses Panitia Seleksi (Pansel).

Ia menyatakan, Ketua KPK Firli Bahuri telah menyampaikan bahwa penjaringan dalam gelaran seleksi Calon Sekdaprov Jatim bukan menjadi ranah KPK. Firly juga membantah tuduhan Red Notice terhadap 3 kandidat calon sekdaprov itu.

“Jangan dibentur-benturkan dengan APH (Aparat Penegak Hukum). Selagi rekam jejak birokrasi 3 kandidat tidak terbukti tersandung masalah hukum, saya kira tidak ada masalah,” ungkap Ra Imron kepada Surya, Minggu (10/4/2022).

Seperti diketahui, proses penjaringan calon Sekdaprov Jatim menuai protes dari puluhan anggota Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW Semmi Jatim) dengan gelaran aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan,Surabaya, Kamis (7/4/2022).  

Baca juga: Apa Saja yang Membatalkan Puasa Ramadan Selain Makan dan Minum? Simak 5 Daftar Perkaranya

Dalam aksinya, massa menuding Ketua Pansel, Prof Mohammad Nuh tidak professional dan mendesak pansel agar dievaluasi. Massa juga menilai kemunculan tiga kandidat Calon Sekdaprov Jatim cacat secara etika karena kurang jeli dalam menentukan kualifikasi Calon Sekdaprov Jatim.

“Apalagi Ketua Pansel Prof Mohammad Nuh yang dianggap tidak profesional dan perlu dievaluasi, Kami sangat menyayangkan tuduhan seperti itu kepada beliau,” tegas Ra Imron.

Ia mengatakan, Prof Mohammad Nuh adalah Tokoh Akademisi Jawa Timur yang telah terbukti mumpuni memikul berbagai jabatan. Apalagi hanya sebatas Ketua Tim Pansel Sekda Prov Jatim yang telah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Tim Pansel, lanjut Ra Imron, juga telah melakukan tahapan-tahapan pekerjaan sesuai jadwal yang direncanakan. “Terus apa yang mau dievaluasi?,” kata Ra Imron dengan nada heran.

Ia menambahkan, kebutuhan jabatan sekdaprov definitif guna mentransformasikan arah kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dengan harapan terwujudnya Jawa Timur yang semakin maju. (edo/ahmad faisol)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved