Berita Bangkalan

Manjakan Pemudik, Polres Bangkalan Dirikan Pos Pelayanan di Suramadu Plus Fasilitas Pijat Refleksi

Kondisi tersebut telah diantisipasi Polres Bangkalan, satu pos pelayanan di pintu keluar Jembatan Suramadu sisi Madura.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron dalam Apel Gelar Pasukan Operasi ‘Ketupat’ 2022 di Mapolres Bangkalan, Jumat (22/4/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Konsentrasi para pengendara roda empat maupun roda dua karena kelelahan selama menempuh perjalanan jauh untuk kepentingan mudik lebaran tentu saja cenderung menurun.

Kondisi tersebut telah diantisipasi Polres Bangkalan, satu pos pelayanan di pintu keluar Jembatan Suramadu sisi Madura.

Penyediaan pos pelayanan yang dilengkapi fasilitas pijat refleksi, pengecekan tekanan darah, hingga kebutuhan medis lainnya itu disampaikan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino usai gelar Apel Gelar Pasukan Operasi ‘Ketupat’ 2022 di Mapolres Bangkalan, Jumat (22/4/2022).

“Pos pelayanan itu berfungsi seperti halnya rest area, kami lengkapi dengan fasilitas pijat refleksi. Bagi pengendara yang merasa capek atau ngantuk, istirahatlah barang sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mudik ke kampung halaman,” ungkap Alith kepada Surya.  

Selain mendirikan pos pelayanan di pintu keluar Jembatan Suramadu sisi Madura, Polres Bangkalan juga mendirikan sejumlah 4 pos pengamanan; di Pelabuhan Kamal, di Jalan Alun-alun Kota Jalan A Yani, di Kecamatan Blega, dan di Kecamatan Tanjung Bumi.

Baca juga: Kriteria Orang yang Wajib Tes PCR sebagai Syarat Mudik Lebaran 2022, Tak Berlaku bagi Golongan ini

“Kami juga mendirikan dua pos pantau yang ditempatkan di kawasan Pasar Tanah Merah dan di kawasan wisata kuliner Bebek Sinjay,” jelas Alith.

Ia menambahkan, keberadaan 7 pos tersebut akan didukung dengan kekuatan 174 personel. Termasuk 12 personel gabungan masing-masing 6 personil Sat Lantas dan 6 personel Sat Samapta yang bergerak secara mobile untuk mengurai sejumlah titik-titik rawan kemacetan seperti di pasar tumpah.

“Pos-pos yang ada akan efektif mulai 28 April hingga 9 Mei. Kami ingin memastikan perjalanan masyarakat dalam kegiatan mudik bisa lancar, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

Dalam Amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) di hadapan para peserta apel, Badan Litbang Kementerian Perhubungan RI memprediksi jumlah masyarakat mudik lebaran tahun ini mencapai 85,5 juta.

“Kebijakan pemerintah tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi dengan suka cita. Pergerakan masyarakat terutama terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa-Bali,” ungkap Ra Latif.

Ia menjelaskan, moda transportasi lebaran didominasi oleh jalur darat dengan dominasi kendaraan pribadi mencapai angka 47 persen, kendaraan umum 31 persen, jalur udara dan kereta api masing-masing 10 persen, jalur laut 2 persen, dan moda transportasi lainnya di angka 0,11 persen.

“Tetap perlu saya tegaskan, bahwa pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Tetap waspada terhadap transmisi kendati tingkat penularan telah terkendali di bawah angka 1, positivity rate dan BOR rumah sakit berada di bawah standar WHO,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved