Berita Lumajang

Respon Dinas Perikanan Lumajang, Terkait Munculnya Ikan Raksasa di Ranu Pakis, 'Foto dari Internet'

Foto ikan yang beredar merupakan ikan sturgeon Ikan sturgeon, hidup di sungai-sungai Amerika Utara, bukan di Indonesia

Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Postingan foto wujud ikan raksasa di Ranu Pakis Lumajang ternyata sudah beredar di internet sejak tahun 2017 silam. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang telah menerjunkan tim untuk mengecek kebenaran ikan raksasa di Ranu Pakis, Klakah. Tim melakukan wawancara acak para nelayan setempat. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang Agus Widarto mengatakan, beberapa warga mengaku memang pernah melihat penampakan ikan raksasa di dalam Ranu Pakis. Ikan besar itu, dipercaya oleh penduduk sekitar sebagai penunggu danau.

Namun, yang perlu diingat wujud ikan yang berada di danau diyakini kuat bukan seperti foto yang tersebar di internet. Foto ikan yang beredar merupakan ikan sturgeon. Ikan sturgeon hidup di sungai-sungai Amerika Utara, bukan di Indonesia.

"Kalau foto yang tersebar sudah jelas ikan sturgeon, tapi bukan ini yang ada disana (Ranu Pakis). Itu foto dari internet," kata Agus.

Baca juga: Fakta Munculnya Video Ikan Raksasa di Ranu Pakis Lumajang, Nelayan Sebut itu Hoax, Ini Kenyataannya

Kumpulan Berita Lainnya seputar  Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ikan besar di Ranu Pakis yang pernah dilihat langsung oleh warga memiliki beberapa versi.  Beberapa warga menyebut ikan itu berwarna hitam. Sedangkan versi yang lain mengatakan ikan berwarna kuning kemerahan. keduanya memiliki kesamaan yakni berenang sangat cepat.

"Kata orang-orang sangat besar. Ukurannya bisa sampai 3 meter lebih," jelas Agus.

Menurut Agus, banyaknya versi perihal keberadaan ikan besar di Ranu Pakis menunjukkan kualitas air disana sangat baik. Ikan raksasa seperti dimaksud warga yang hidup disana diyakini kuat adalah ikan gabus dan ikan tombro. Sebab, jenis ikan ini yang sering ditebar Dinas Perikanan.

Rencananya, Agus akan mengirimkan surat ke Dinas Perikanan Provinsi dan Kementerian Perikanan dan Kelautan. Sehingga tenaga ahli bisa diterjunkan ke Lumajang untuk meneliti spesias apa saja yang hidup di dalam Ranu Pakis. 

"Nanti dilihat jika ada keluhan warga karena kita belum tahu ikan besar itu jenis predator atau bukan, jika ada keluhan maka akan kami kirim surat untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved