Berita Surabaya

Berkunjung ke Surabaya, Gubernur Ganjar Pranowo Berkesempatan Melihat Lukisan Dullah Sang Maestro

Ternyata karya sang maestro itu tak hanya tersimpan di Museum Dullah Surakarta. Beberapa karya sang maestro disimpan di museum pribadi

Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Surabaya mendapatkan kesempatan berkunjung ke museum pribadi Dullah 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Siapa yang tak kenal dengan Pak Dullah. Maestro pelukis Indonesia yang juga pernah menjadi pelukis Istana kesayangan Presiden Soekarno ini terkenal dengan lukisan-lukisan indahnya yang beraliran realisme.

Ternyata karya sang maestro itu tak hanya tersimpan di Museum Dullah Surakarta. Beberapa karya sang maestro disimpan di museum pribadi yang dikelola keluarga di Surabaya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Surabaya mendapatkan kesempatan berkunjung ke museum pribadi Dullah. Saat mengikuti acara halal bihalal yang diselenggarakan KAGAMA Jawa Timur, Ganjar diajak mengunjungi museum yang dikelola oleh putra Dullah bernama Sawarno yang juga alumni UGM.

Ganjar begitu antusias memasuki museum dan melihat sejumlah koleksi pribadi Dullah. Sebagian besar, lukisan yang dipajang adalah lukisan wajah keluarga Dullah. Selain itu, ada juga lukisan wajah lain yang didominasi anak-anak, perempuan, lansia serta lukisan pemandangan alam dan bunga-bunga yang memesona.

"Saya itu tidak tahu cerita gedung ini. Yang saya tahu tadi itu diajak halalbihalal KAGAMA di tempat ini. Saya lihat rumahnya kok gede banget. Terus kemudian nyentrik. Diceritakan ternyata ini putranya Pak Dullah, merinding juga saya," kata Ganjar.

Baca juga: Ganjar Pranowo Jadi Pembicara di Ubaya, Tekankan Intoleransi dan Radikalisme Masalah yang Serius

Maka saat mau pulang, putra Pak Dullah bernama Sawarno itu menawari Ganjar untuk masuk ke museum. Ganjar begitu antusias, melihat deretan koleksi lukisan itu.

"Saya langsung tertarik dan diceritakan seluruh koleksi yang ada di museum ini. Kenapa ya Pak Dullah itu melukisnya banyak tokoh-tokoh. Saya tanya tadi ini imajiner apa riil, ternyata riil. Selalu yang digambar itu orang kebanyakan. Ini mungkin spirit saja, spirit seorang pelukis yang pengen memvisualkan rakyat kecil dan tadi itu menarik ceritanya," terangnya.

Tak hanya lukisan Dullah yang membuat Ganjar merinding. Di tempat itu, Ganjar menemukan sesuatu yang menarik dan sangat langka. Sejumlah lukisan yang membuatnya terpesona. Lukisan asli Presiden Soekarno.

"Jadi ini itu museumnya Dullah, tapi ada lukisan bukan lukisannya Pak Dullah. Ternyata lukisannya Bung Karno pada saat di Ende. Lukisannya bagus sekali, ada tandatangan beliau langsung," jelasnya.

Ternyata lanjut Ganjar, Bung Karno memiliki talenta seni yang luar biasa. Tak hanya imajinasi politiknya yang menjadikan Idiologi Pancasila lahir, namun dalam berkesenian Soekarno juga sangat hebat.

"Beliau juga punya kreasi karya seni pertunjukan atau tonil-tonil juga saat di Ende. Dan ternyata, ada lukisannya yang luar biasa yang koleksinya ada di sini. Lalu saya tanya, kok bisa sampai sini? Karena Pak Dullah ini juga pelukis istana maka itu pemberian Bung Karno untuk disimpan di sini. Jadi saya hari ini dapat barokah, kunjungan Kagama ternyata tempatnya luar biasa," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved