Berita Lumajang

Ceroboh tak Hiraukan Peringatan, Truk Pasir di Candipuro Dibawa Banjir Lahar, Ini Kronologinya

Kejadian bermula karena sekitar pukul 13.40 hujan deras di kawasan pegunungan Beberapa menit berikutnya, seismograf mendeteksi material lava turun

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Kondisi truk armada pasir setelah terhanyut banjir lahar Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Sudah berulang-ulang kali petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau agar penambang pasir selalu hati-hati saat  bekerja di sungai aliran lahar Gunung Semeru. Penambang selalu diingatkan untuk segera menjauhi sungai ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Namun, tetap saja peringatan ini selalu dientengkan. 

Kerocobohan penambang akhirnya kembali menyebabkan armada truk pasir hanyut terkena banjir lahar, Minggu (29/5). Kejadian bermula karena sekitar pukul 13.40 hujan deras di kawasan pegunungan. Beberapa menit berikutnya, seismograf mendeteksi material lava turun ke arah Sungai Curah Kobokan.

Sebagian truk yang mendengar informasi langsung mengamankan diri. Akan tetapi, tersisa satu truk di Sungai Regoyo, Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Baca juga: Reaksi Penendang Sesajen di Lumajang Usai Dituntut 7 Bulan Penjara, Langsung Ajukan Hal ini

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Diketahui truk tersebut milik Supaidi (48) warga Leces, Probolinggo. Supaidi tadi siang datang ke lokasi pertambangan untuk mengambil material batu dan pasir. Namun, tak disangka kemarin truknya terjebak lahar. 

"Pas batu sudah naik ke truk, roda belakang selip, tidak bisa maju maupun mundur,” kata Supaidi.

Sebetulnya, saat itu dia bersama temannya memang berencana keluar dari lokasi pertambangan. Sebab, truk itu telah terisi batu pasir penuh. Namun tak disangka, ketika aliran lahar akan datang, truknya bermasalah.

Melihat aliran lahar yang datang dengan deras, Supaidi bersama temannya langsung berlari ke bantaran sungai. Dia memilih meninggalkan truknya. Walhasil, truk itu hanyut. Sampai-sampai truk itu terbawa hingga seratus meter dari titik awal. Kondisi truk sekarang sudah rusak cukup parah.

Sebelum banjir lahar belakang aktivitas vulkanik Gunung Semeru mengalami peningkatan. Hampir setiap malam sering mengugurkan lava pijar. Material ini jika terkena hujan akan runtuh ke sungai yang menjadi tempat aliran lahar.

Oleh karena itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengimbau agar selalu mewaspadai ancaman banjir lahar. Sebab arus lahar selalu datang dengan intensitas yang cukup deras. Saking derasnya, banjir lahar bisa menghanyutkan material apa saja yang di sungai.

"Evakuasi kemungkinan akan dilakukan besok, mudah-mudahan cuaca cerah dan tidak terjadi lahar susulan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved