Berita Surabaya

Pengakuan Suami yang Jual Istri untuk Fantasi Hubungan 3 Orang, Baru 3 Bulan Jalani Bisnis Lendir

Sedangkan, tarif paling mahal yang dipatok tersangka kepada pelanggan atas kenikmatan kemolekan tubuh istri, bisa lebih dari satu juta rupiah

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jateng
Ilustrasi - Suami Jual Istri untuk ekonomi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pria berinisial YLN (32) warga Gubeng, Surabaya yang menjual kemolekan tubuh istri untuk melayani nafsu berahi pria hidung belang dengan fantasi threesome, ternyata mematok tarif harga bervariasi. 

Catatan penyidik hasil pemeriksaan terhadap tersangka. Tarif paling murah senilai Rp500 ribu. 

Sedangkan, tarif paling mahal yang dipatok tersangka kepada pelanggan atas kenikmatan kemolekan tubuh istri, bisa lebih dari satu juta rupiah. 

Kendati demikian, tarif harga layanan fantasi seksual threesome yang dipatok oleh tersangka terhadap calon pelanggan, juga merupakan hasil tawar menawar antar kedua belah pihak. 

Kanit VI Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Wardi Waluyo mengungkapkan, tarif termurah yang disediakan oleh tersangka itu, juga sudah termasuk budget untuk menyewa penginapan. 

"Termurah Rp500 ribu untuk ganti sewa hotel," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (29/5/2022). 

Sedangkan harga paling mahal yang sengaja dipatok oleh tersangka untuk sekali layanan bercinta, di atas satu juta rupiah. 

Baca juga: Jual Istri Demi Fantasi dan Ekonomi, Suami Bejat Ini Digrebek Polisi saat Layani Pelanggan di Hotel

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Atau, sesuai tarif harga yang disepakati antara tersangka dan calon pelanggan, dalam proses tawar menawar harga yang terjadi di muka. 

"Tarif paling mahal lebih dari satu juta rupiah," jelasnya. 

Bisnis lendir memanfaatkan kemolekan tubuh sang istri ARH (27) yang dijalankan tersangka, ternyata baru berjalan tiga bulan lalu. 

YLN saat digelandang oleh Tim Unit VI Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya
YLN saat digelandang oleh Tim Unit VI Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya (Istimewa/TribunMadura.com)

Memanfaatkan jejaring informasi melalui grup Facebook yang berisi akun-akun pasangan suami istri (pasutri) pencari fantasi bercinta yang berbeda. 

Para calon pelanggan yang tertarik dengan layanan fantasi bercinta yang ditawarkan oleh tersangka dalam sebuah konten atau unggahan promosi di halaman grup FB tersebut. 

Dapat langsung menghubungi sejumlah nomor yang tersambung dengan tersangka.

Kemudian, dilakukan tahapan tawar menawar harga, hingga menentukan lokasi hotel atau penginapan yang telah disepakati sesuai budget si calon pelanggan. 


"Kemudian tersangka meng-upload tulisan yang isinya mencari pasangan swinger," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved