Berita Lumajang

Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Hewan Ternak Nekat Jualan di Jalanan Lumajang, Polisi Beri Sosialisasi

Salah satu jalan yang menjadi jujukan peternak yakni perempatan traffic light Jalan Lintas Timur (JLT) di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Polisi saat memberikan pengertian kepada para peternak terkait kebijakan penutupan pasar hewan di Lumajang. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Tujuan pasar hewan ditutup sementara waktu agar Pemda Lumajang bisa maksimal mensterilasasi pasar dari penularan penyakit mulut dan kuku (PMK), tampaknya belum bisa diterima begitu saja oleh para peternak. Mereka tetap nekat berjualan. Malahan sekarang para peternak berdagang di jalan-jalan.

Salah satu jalan yang menjadi jujukan peternak yakni perempatan traffic light Jalan Lintas Timur (JLT) di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono. Beberapa hari ini, ruas jalan tersebut sering menjadi tempat peternak berdagang kambing.

Senin (30/5) siang, polisi menertibkan mereka. Para peternak sementara dilarang berdagang karena PMK masih darurat. Dikhawatirkan jika hewan ternak dalam jumlah besar bertemu dalam satu tempat bisa memicu penularan PMK.

Baca juga: Reaksi Penendang Sesajen di Lumajang Usai Dituntut 7 Bulan Penjara, Langsung Ajukan Hal ini

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Andik salah seorang pedagang mengaku dilema dengan keputusan penutupan pasar hewan. Satu sisi menginginkan wabah PMK bisa hilang, tapi karena urusan perut membuatnya harus nekat berdagang di pinggir-pingir jalan.

Sekali pun harus berjualan di pinggir-pinggir jalan, ternyata tak para peternak kebanjiran pembeli. Padahal Idul Adha semakin dekat. Yang terjadi malahan gara-gara PMK tren harga jual sapi dan kambing anjlok. Sapi pedaging yang biasa dihargai Rp25 juta, sekarang turun Rp10 jutaan. 

"Mangkannya kami bingung coba, rakyat disuruh diam tapi pemerintah juga belum ada solusi," kata Andik.

Kanit Turjawali Polres Lumajang Ipda Didit Ardiana Abdillah mengatakan, memang keluhan semacam ini kerap diterima ketika menertibkan para pedagang hewan ternak. Oleh karena itu, petugas lebih mengedepankan tindakan preventif.

Kepada para pedagang, dia menjelaskan Kapolres Lumajang secepat mungkin akan melakukan pertemuan dengan Bupati Lumajang. Mendiskusikan keluhan peternak agar segera menemukan solusi terbaiknya. 

“Keinginan pedagang sudah kami sampaikan ke Kapolres. Tolong sabar semoga ada jalan terbaik," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved