Kondisi Mengenaskan Candi Borobudur saat Pertama Kali Ditemukan Insinyur Belanda
Kondisi Candi Borobudur saat pertama kali ditemukan insinyur Belanda, Cornelius digambarkan sangat menyedihkan.
TRIBUNMADURA.COM - Candi Borobudur saat ini menjadi sorotan banyak pihak usai tiket masuknya kini menjadi Rp 750 ribu untuk turis lokal sekali masuk.
Ternyata, saat pertama kali ditemukan, Candi Borobudur tak seindah seperti yang sekarang.
Bahkan kondisinya memprihatinkan.
Borobudur pertama kali terungkap saat Perwakilan Serikat Dagang Inggris di Hindia Timur, Letnan Gubernur-Jenderal Sir Stamford Raffles mendapat informasi tentang adanya monumen kuno raksasa di Desa Bumisegoro, dekat Magelang.
Namun, bukan Raffles sendiri yang pada akhirnya mengungkap keberadaan Candi Borobudur pada 1814, melainkan anak buah yang disuruhnya, seorang insinyur Belanda bernama Cornelius.
Cornelius ditugaskan untuk menggali informasi detail mengenai keberadaan 'monumen raksasa' tersebut.
Maklum, Raffles memang terkenal sangat tertarik dengan kebudayaan dan sejarah
Cornelius yang memang sangat mengenal seluk-beluk barang-barang antik kemudian tiba di Desa Bumisegoro.
Baca juga: Jerapah Punya Leher Panjang Tapi Kuat, Evolusi dari Zaman Dulu Diungkap Peneliti Jadi Faktor
Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com
Kondisi Candi Borobudur saat pertama kali ditemukan Cornelius digambarkan sangat menyedihkan.
Kerusakan terjadi di hampir seluruh bagian candi, sebagian bangunan tertimbun, sebagian lagi sudah disesaki oleh semak belukar.
Upaya membersihkan Mahakarya Wangsa Sailendra tersebut berlangsung selama dua bulan dengan bantuan 200 warga desa.
Mereka menggali tanah yang mengubur candi, serta memotong dan membakar semak belukar yang menutupi candi.
Khusus untuk penggalian, Cornelius terpaksa membatasinya karena tidak ingin Borobudur roboh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/candi-borobudur-bagaimana-membangun-candi-borobudur-yang-tingginya-setara-gedung-10-lantai.jpg)