Berita Lumajang

Komplotan ini Cuma Butuh 15 Detik untuk Curi Motor Korbannya, ini Sasaran Empuk yang Diincar

Komplotan pencuri di Lumajang ini tergolong rapi, saling membagi tugas, hingga beraksi hanya dalam hitungan detik saja

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Komplotan maling di Lumajang yang sudah beraksi berulang kali, hanya hitungan detik motor berhasil dicuri 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Waspada pencurian motor perlu diterapkan untuk pemilik kendaraan, sebab lengah sedikit motor akan lenyap.

Seperti yang terjadi di Lumajang, komplotan pencuri ini mengungkapkan aksi pencuriannya.

Saling membagi tugas, membuat kerja komplotan ini cukup rapi.

Ada yang bagian membaca situasi, mengeksekusi, termasuk menghilangkan jejak. Tak main-main hanya butuh 15 detik motor bisa lenyap.

Keahlian itu dimiliki komplotan maling TI (19) dan RH (34), AR, dan L (23) warga Desa/Kecamatan Randuagung.

Berikutnya, A (34) warga Desa/Kecamatan Jatiroto. Mereka kerap kali mengincar sepeda motor yang diparkir sembrono.

Baca juga: Uang Renovasi Masjid Dicuri Maling, Rekaman CCTV Ungkap Aksi Pelaku Sebelum Subuh, Simak Kronologi

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Komplotan bandit ini kerap mengincar sepeda motor di tempat-tempat umum. Seperti depan minimarket atau perkantoran.

Tapi jika kondisinya memungkinkan kerap mengincar sepeda motor yang terparkir di halaman rumah.

Setidaknya, sudah 20 unit sepeda motor digondol komplotan maling ini.


Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengatakan, cara komplotan ini menggasak motor yakni dengan merusak rumah kunci menggunakan kunci T. Sebelum mereka mengeksekusi motor, biasanya beberapa orang di antara mereka ada yang membaca situasi sekitar. Dirasa aman, rumah motor langsung dirusak. Hanya butuh 15 detik motor bisa hilang.


Nah, jika motor sudah berpindah tangan ke komplotan ini, akan sangat sulit dilacak pemilik.

Sebab, TI yang bertugas menjadi seorang penadah akan langsung merusak
nomor mesin maupun nomor rangka menggunakan mesin gerindra. Sehingga nomor rangka dan mesin menjadi sulit dicocokan.


"Makannya untuk masyarakat seharusnya motor memang dipasang kunci ganda. Dan kalau bisa jika mengunci motor arahkan setir ke kanan. Ini bisa mempersulit modus-modus kejahatan," pesan AKBP Dewa Putu.


Kapolres AKBP Dewa Putu menyebut, pihaknya kini telah mengamankan 20 motor hasil curian dari komplotan ini. Pihaknya akan melakukan pengecekan nomor semua kendaraan dengan melibatkan tenaga ahli dari petugas Samsat.

Jika sudah terdeteksi, motor-motor tersebut akan dikembalikan kepada para pemilik.


"Nanti masyarakat tinggal membawa surat-surat kendaraanya," pungkas dia.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved