Berita Sumenep

Kisah Jemaah Haji Sumenep, Menjelang Wukuf Bus Shalawat Dihentikan Sementara

Menjelang wukuf di Arafah, layanan bus shalawat (shalat lima waktu) untuk jemaah haji di Makkah dihentikan untuk beroperasi sementara

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Hairul Anwar, jemaah haji asal Sumenep saat foto bersama ketua komisi VIII DPR RI saat pengawasan di Makkah, daker sektor 1 jamaah Indonesia di Mahbas Jin, Selasa (5/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Menjelang wukuf di Arafah, layanan bus shalawat (shalat lima waktu) untuk jemaah haji di Makkah dihentikan untuk beroperasi sementara.

Bus shalawat biasanya mengangkut jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

Layanan angkutan Bus Shalawat yang mengantar jemaah ke Masjidil Haram mulai tanggal 5 Zulhijah 1443H atau 4 Juli 2022 M.

TribunMadura.com punya kesempatan berkomunikasi langsung dengan salah satu jemaah asal Sumenep, yakni Hairul Anwar.

Baca juga: Akibat Puntung Rokok Jemaah Haji Indonesia, Bikin Hotel di Arab Saudi Hampir Kebakaran

Berita menarik lainnya di Google News Tribun Madura

Pria kelahiran asli Pasongsongan Sumenep, 18 Agustus 1980 ini mengaku semalam baru saja melaksanakan shalat jemaah bersama rombongan di Hotel Arkah Bakkah yang ditempatinya.

"Bus shalawat sudah dihentikan operasinya selama sembilan hari kedepan, karena besok pagi, Kamis (7/7/2022) kita akan dibawa ke Arofah," kata Hairul Anwar, Rabu (6/7/2022) pukul 01.00 WIB.

Ia menuturkan, dari pemondokan jemaah Indonesia atau Mahbas Jin ke Masjidil Haram sekitar tiga menit sudah sampai.

"Kalau jaraknya hanya dua kilo dari pemondokan atau hotel ke Masjidil Haram, dan tiap hari ada 24 jam bus shalawat yang melayani," tuturnya.

Owner Gua Soekarno ini mengakui, jika pengaturan dari Pemerintah Arab Saudi sangat luar biasa layanannya.

Salah satunya soal lalulintas jalan.

"Luar biasa pengaturan Pemerintah Arab Saudi, hampir tidak ada kendala apapun bagi jemaah asal Indonesia, sehingga tidak merasa khawatir," kata Hairul Anwar.

Kecuali lanjutnya, bagi jemaah yang sudah usia lanjut. Memgingat kondisi kesehatan yang harus dijaga betul.

"Karena cuaca pertama kita sampai disini cuaca diatas 45 - 46 drajat celcius, sekarang sudah mulai berangsur baik," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved