Berita Sampang

Dugaan Kasus Penganiayaan Oknum DPRD Terhadap LSM di Sampang Masuk Tahap Penyelidikan

Sejauh ini sudah ada satu saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan yakni, Johan, tidak lain adalah rekan dari korban (Maskur).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Pengendara saat melintas di depan Mapolres Sampang, Jalan Jamaluddin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (5/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Penanganan dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oknum DPRD terhadap anggota LSM di Kabupaten Sampang, Madura memasuki tahap penyelidikan, Kamis (11/8/2022).


Bahkan hari ini, Tim penyidik Satreskrim Polres Sampang bakal memanggil sejumlah saksi untuk dilakukan pemeriksaan.


Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan bahwa dalam penanganan kasus ini pihaknya memerlukan minimal dua saksi dari korban, kemudian saksi lain seperti pemilik warung dan warga saat berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga: Arti Mimpi Kebakaran Ternyata Tak Selalu Berarti Buruk, Tergantung Situasi yang Terjadi

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com


Sejauh ini sudah ada satu saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan yakni, Johan, tidak lain adalah rekan dari korban (Maskur).


"Kemudian kami juga ingin meminta keterangan kepada Maskur tapi kemarin kondisinya sakit , jadi ditarget hari ini salah satu agendanya mendatangkan Maskur," ujarnya.


Begitupun, pihaknya ingin meminta keterangan terhadap saksi lain tepatnya pemilik warung.


"Nah untuk keterangan dari pemilik warung, saya sudah arahkan penyidik untuk mendatangi langsung ke lokasi karena dikhawatirkan tidak mau dipanggil, ini untuk mempermudah saja" terangnya.


Sementara terkait alat bukti, tim penyidik tengah meminta hasil visum ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, sekaligus tengah mendalami rekaman CCTV.


Adapun, rekaman CCTV tersebut berada di jalan raya tepatnya di area sekitar warung kopi, sehingga hanya menampilkan kendaraan yang lewat.


"Tidak ada durasi waktu pada proses penyelidikan ini, tapi kami komitmen akan dilakukan secepatnya karena kasusnya tidak terlalu berat juga," pungkasnya.


Untuk diketahui, lokasi insiden dugaan penganiayaan ini terjadi di salah satu warung kopi di Desa Panggung, Kecamatan Sampang, Madura dan terjadi pada (9/8/2022) sekitar 13.00 WIB.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved