Berita Pamekasan

Pemkab Pamekasan Sarankan Petani Tembakau Beralih Tanaman Alternatif, Komoditas Tak Bisa Diandalkan

Menurut Suaidi, beberapa puluh tahun lalu, petani tembakau di Madura ini pernah berjaya, sehingga tidak salah jika saat itu tembakau Madura terbaik

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Sejumlah narasumber, saat menjelaskan masalah tembakau Madura, di Raker PWI Pamekasan, di Hotel Odaita, Sabtu (20/8/2022). 

 

Padahal, kata Suaidi, perbandingan keuntungan  tanaman alternatif di atas tinggi. Bahkan, kebutuhan non pangan terhadap jagung luar biasa. Karena pada Juli, Agustus dan September ini, permintaan jagung untuk ternak unggas tinggi, sehingga harganyapun akan terangkat. Dan ini yang tidak terpikirkan petani.

Baca juga: Komitmen Tak Ambil Sampel dan Kawal Harga Tembakau Mahal, Ketua P4TM Mulai Beli dari Petani Madura

 

Ditambahkan, akibat cuaca yang tidak menentu di musim tanam tembakau tahun ini, luas areal tembakau menurun. Yakni sebanyak 13.000 hektar. Sedang pada 2022 luas areal tanaman tembakau 23.500 hektare. Sedang hasil produksi tembakau pada 2022 ini berkisar 11.500 hektare.

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

 

Sementara, dalam Raker PWI Pamekasan, yang digelar di Hotel Odaita itu, selain menghadirkan nara sumber Achmad Suaidi, juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Ismail A Rahim. Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Perlindungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Imam Hidajat dan Ketua Paguyuban Pelopor Petani Tembakau Madura (P4TM), H Khairul Umam, serta Wakil Ketua P4TM, Abdul Bari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved