Berita Lumajang

Kebakaran Pasar Loak Serangin Lumajang, 1 Toko Alami Kerugian hingga Rp 1 Miliar, Ada Bakar Kambing

Pasar Loak Serangin di kawasan Jalan Citrodiwangsan, Blok pasar sebelah timur terjadi kebakaran.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Tony Hermawan
Petugas Damkar saat memadamkan kebakaran Pasar Loak Serangin di kawasan Jalan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Jumat (26/8). 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Ketenangan pemilik toko onderdil di Pasar Loak Serangin di kawasan Jalan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, selepas waktu salat Jumat (26/8) mendadak berubah menjadi tegang. Blok pasar sebelah timur terjadi kebakaran.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Akan tetapi, 9 bangunan toko dari 5 pemilik menjadi menjadi hangus. Pemilik toko itu di antaranya bernama Nizar, Bang Yos, Gosir, Puguh, dan Agus Priyono.


Kerugian yang mereka alami cukup lumayan besar. Bang Yos yang sehari-hari membuka jasa pengecatan rangka dan bodi sepeda motor mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Bahkan, Agus Priyono harus menepok jidat karena  barang-barang onderdilnya yang rusak kurang lebih senilai Rp1 miliar.


Agus menceritakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Dia yang saat itu, baru saja mengaktifkan handphone usai melaksanakan Salat Jumat mendapat kabar dari istrinya bahwa stand di pasar mengalami kebakaran.


Mendengar kabar tersebut, Agus langsung bergegas menuju ke lokasi. Di sana dia melihat api sudah melahap bangunan dua tokonya. Sementara, tiga orang karyawannya berusaha menyelamatkan barang-barang dari dalam satu toko lain yang masih belum dijangkau rembetan api.


Akan tetapi, Agus melarang tiga karyawannya untuk merangsek masuk ke dalam toko. Dia khawatir saat semua karyawannya sibuk mengemas barang-barang, api tiba-tiba merembet dari atap bangunan. Sebab, dari atap toko terlihat kepulan asap sudah berwarna hitam pekat. Jika ada angin kencang, sangat mudah kepulan api itu merembet ke bangunannya.


"Takutnya pas sibuk nyelamatin barang malah jadi korban. Jadi mereka saya suruh menjauh saja, karena api sudah terlalu besar," ujarnya.


Agus kemudian mencoba mencari informasi penyebab kebakaran ini. Rupanya bencana ini disebabkan karena kebiasaan salah seorang pemilik toko onderdil bernama Nizar. Katanya, Nizar cukup sering membakar seekor kambing di area pasar.


"Dia kan ternak lele di belakang standnya. Jadi sering bakar kambing mati depan toko," katanya.

Baca juga: Saat Penggerebekan Eks Lokalisasi Lumajang, Satpol PP Amankan 9 PSK, Ada Yang Lari Hingga Melayani

Kumpulan Berita Lainnya seputar Lumajang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Menurut Agus, sebenarnya kebiasaan Nizar membakar kambing di pasar sudah cukup sering dilarang masyarakat sekitar. Mereka khawatir hal tersebut bisa memicu kejadian fatal. Sebab, rata-rata pemilik toko di pasar ini kebanyakan menjual onderdil dan bodi sepeda motor yang terbuat dari bahan  dasar plastik.


Hanya saja, kata Agus, peringatan masyarakat tidak selalu mendapat respon baik. Kebiasaan membakar kambing di pasar masih sering dilakukan. Oleh karena itu, Agus sekarang lebih memilih melaporkan penyebab kejadian tersebut ke polisi agar kebakaran di Pasar Loak Serangin tidak kembali terulang.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved